Sabtu, 20 September 2014

BAB 11 HAKIKAT DAN PENGGUNAAN AKUNTANSI 
Aspek-aspek dari akuntansi yang dirancang termasuk konsep-konsep yang berbeda, seperti:
2.6.1 Hipotesis salah saji keuangan secara selektif
Hipotesis dari salah saji keuangan yang selektif, seperti yang dikemukakan oleh Revsine menyatakan bahwa masalah ini bukanlah suatu yang incidental, melainkan hasil dari aturan-aturan pelaporan yang fleksibel dan menyusun yang disebarluaskan oleh para penyusun standar yang telah ditangkap oleh subjek yang dimasudkan dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan. Situasi ini menuntut adanya suatu perubahan dengan mengisolasi proses penentuan standar dari jangkauan regulator. Revsine mengusulkan prosesempat langkah berikut ini:
1)      Mendidik public
2)      Memperbaiki proses pemilihan dan pengawasan para penyusun standar
3)      Menetapkan pengaturan pendanaan baru
4)      Menciptakan independensi bagi para penyusun standar
2.6.2 Perataan laba
Definisi awal mengatakan bahwa perataan laba adalah pengurangan fluktuasi laba dari tahun ke tahun dengan memindahkan pendapatan dari tahun-tahun yang tinggi pendapatannya ke periode-periode yang kurang menguntungkan.
Definisi yang lebih akhir mengenai pemerataan laba melihatnya sebagai fenomena “proses manipulasi profil waktu dari pendapatan atau laporan pendapatan untuk membuat laporan laba menjadi kurang bervariasi, sambil sekaligus tidak meningkatkan pendapatan yang dilaporkan selama periode tersebut.
2.6.3 Manejemen Laba
Manajemen laba yaitu suatu kemampuan untuk memanipulasi pilihan-pilihan yang tersedia dan mengambil pilihan yang tepat untuk dapat mencapai tingkat laba yang diharapkan. Schipper juga melihat manajemen laba baik dari sudut pandang laba ekonomi (nyata) ataupun dari sudut pandang informasional.
1)      Sudut pandang laba mengasumsikan adanya:
a)      Eksistensi dari suatu laba ekonomi nyata yang didistribusikan dengan  menggunakan menejemen laba yang disengaja dan menggunakan kesalahan-kesalahan pengukuran yang terdapat dalam aturan-aturan akuntansi.
b)      Pendapatan yang kacau dan belum dikelola, yang diperoleh dari property-properti baru manajemen laba baik dilihat dari segi jumlah, bias atau variasinya.
2)      Sudut pandang informasional mengasumsikan adanya:
a)      Pendapatan adalah salah satu sinyal yang digunakan untuk pertimbangan dan pengambilan keputusan
b)      Para manajer memiliki informasi pribadai yang dapat mereka gunakan ketika mereka memilih unsure-unsur dalam GAAP terhadap berbagai kumpulan kontrak yang akan menentukan pembicaraan dan perilaku mereka.
2.6.4 Kreativitas Dalam Akuntansi
Akuntansi kreatif (creative accounting) adalah istilah yang biasanya digunakan oleh pers popular untuk mengacu kepda apa yang dianggap oleh jurnalis dilakukan oleh akuntan untuk menjadikan laporan keuangan tampak lebih bagus dari yang seharusnya.
Akuntansi kreatif juga direferensikan sebagai penggunaan tipu muslihat akuntansi untuk mendorong  pendapatan yang mengalami kelesuan atau meratakan pendapatan yang tidak beraturan. Hal ini dapat diraih dengan pelaksanaan tujuh penggelapan utama yang diuraikan berikut ini:
a.       Mencatat pendapatan sebelum dihasilkan
b.      Menciptakan pendapatan fiktif
c.       Mendorong laba melalui transaksi-transaksi yang tidak rutin
d.      Menggeser pengeluaran saat ini ke periode berikutnya
e.       Tidak mencatat atau mengungkapkan kewajiban
f.       Menggeser laba berjalan ke periode dimasa depan
g.      Menggeser pengeluaran di masa depan ke periode yang lebih awal
2.6.5  Kecurangan Dalam Akuntansi
Kecurangan merupakan pengelabuan yang disengaja yang dilakukan oleh orang lain melalui kebohongan dan penipuan untuk tujuan memperoleh keuntungan ekonomi, pribadi, social tau politik yang tidak adil atas orang tersebut.
a.       Kecurangan korporat
Kecurangan korporat atau kejahatan ekonomi yang umumnya dilakukan oleh pejabat, eksekutif, dan manajer pusat laba dari perusahaan public untuk memenuhi kebutuhan ekonomi jangka pendek mereka.
b.      Kecurangan dalam pelaporan keuangan
Komisi Nasional mengenai Kecuran dalam Pelaporan Keuangan mendefinisikan kecurangan dalam pelaporan keuangan sebagai perlakuan yang disengaja atau sembrono, baik tindakan atau penghilangan, yanag menghasilkan laporan keuangan yang secara material menyesatkan. Jenis-jenis yang umum dari kecurangan dalam pelaporan keuangan meliputi:
1.      Manipulasi, pemalsuan atau pengubahan catatan-catatan atau dokumen-dokumen
2.      Penekanan atau penghilangan dampak dari transaksi-transaksi yang sudah selesai dari catatan-catatan dokumen
3.      Pencatatan transaksi tanpa ada substansinya
4.      Kesalahan penerapan dalam kebijakan-kebijakan akuntansi
5.      Kegagalan untuk mengungkapkan informasi yang signifikan
Salah satu pengungkapan keuangan yang disyaratkan oleh program penegakan kecurangan terdapat pada empat area:
1.      Masalah likuiditas
2.      Tren dan faktor operasional yang mempengaruhi laba dan rugi
3.      Peningkatan yang material dalam pinjaman-pinjaman bermasalah harus dilaporkan oleh institusi-institusi keuangan
4.      Perusahaan tidak dapat menghindari kewajiban pengungkapannya ketika menghadapi penurunan atau kegagalan bisnis
Perusahaan perlu menerapkan langkah-langkah untuk memperkecil eksposur yang disebabkan oleh kecurangan atau pelaporan keuangan yang dipertanyakan . contoh-contoh saran untuk memperkecil eksposur tersebut meliputi:
1.      Formulasi sikap perilaku yang diinginkan
2.      Pemeliharaan system pengendalian internal yang efektif
3.      Pemeliharaan organisasi keuangan yang efektif dengan tanggung jawab yang diakui dalam memelihara praktik-praktik pelaporan keuangan yang baik
4.      Pemeliharaan fungsi audit internal
5.      Dewan direksi memainkan peranan yang aktif dalam peninjauan kebijakan dan praktik pelaporan keuangan.
c.       Kejahatan kerah putih
Istilah kejahatan kerah putih pertama kali diperkenalkan pada pidato presidensial Edwin Sutherland kepda Masyarakat Sosiologis Amerika pada bulan desember 1939. Ia mendefinisikannya sebgai suatu kejahtan yang dilakukan oleh seseorang yang terhormat dengan status social kelas atas dalam pelaksanaan pekerjaanya. Kejhatan kerah putih dapat dikenlai dari kelima komponen utamanya:
1.      Maksud untuk melakukan kejahatan
2.      Menyamarkan tujuan
3.      Menggantungkan diri pada kenaifan korban
4.      Tindakan korban secara suka rela untuk membantu pelaku kejahatan
5.      Penyembunyian pelanggaran tersebut
d.      Kegagalan audit
Auditor diharapkan dapat mendeteksi dan memperbaiki atau mengungkapkan penghilangan atau kesalahan saji informasi keuangan yang material. Ketika auditor gagal untuk memenuhi ekspektasi ini, maka kegagalan audit adalah hasil yang tidak dapat dielakkan. Maka kemudian tingkat kualitas auditlah yang dapat menghindarkan terjadinya kegagalan audit. Kualitas audit adalah sebagai probabilitas bahwa laporan keuangan tidak memuat penghilangan atau kesalahan penyajian yang material. Kualitas audit juga didefinisikan dari segi resiko audit, dengan jasa bermutu tinggi akan mencerminkan resiko audit yang lebih kecil. Risiko audit didefinisikan sebagai risiko bahwa auditor kemungkinan dengan tanpa sepengetahuannya gagal untuk dengan tepat memodifikasi pendapatnya atas laporan keuangan yang memuat kesalahan penyajian yang material.

sumber : http://prezi.com/rwjkyuklcb73/copy-of-teori-akuntansi/ , sumber kedua: http://suwardjono.staff.ugm.ac.id/kuliah/193-makalah-teori-akuntansi-dalam-konteks-ifrs.html
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar