Sabtu, 25 Oktober 2014

BAB 5 PENDEKATAN REGULATORIS UNTUK PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI
2.1 Hakikat Standar Akuntansi
Standar secara umum diterima sebagai aturan baku, yang didukung oleh sanksi-saksi untuk setiap ketidakpatuhan. Standar akuntansi biasanya terdiri atas tiga bagian:
1.      Deskripsi masalah yang harus dipecahkan
2.      Diskusi dengan pertimbangan yang sehat
3.      Solusi yang disarankan
Dalam menilai subjek masalah dari standar, Edey membagi persyaratan-persyaratan standar menjadi empat tipe utama:
1.      Tipe 1 menyatakan bahwa para akuntan harus memberitahukan kepada para masyarakat apa yang mereka lakukan dengan mengungkapkan berbagai metode dan asumsi yang mereka gunakan.
2.      Tipe 2 ditujukan pada tercapainya suatu keseragaman dalam penyajian laporan-laporan akuntansi.
3.      Tipe 3 meminta adanya pengungkapan atas masalah-masalah spesifik di mana pengguna mungkin diminta untuk menerapkan pertimbangannya sendiri.
4.      Tipe 4 mensyaratkan dibuatnya keputusan implicit atau eksplisit mengenai valuasi aktiva dan penentuan laba yang telah disetujui.
2.2 Tujuan Penetapan Standar
Pemberlakuan standar mungkin memberikan keuntungan bagi beberapa pihak dan merugikan beberapa pihak yang lain. jika digunakan criteria kesejahteraan social untuk menjustifikasi pemberlakuan sebuah standar, maka akan muncul satu pertanyaan serius mengenai legitimasi dari badan penyusun standar yang tidak dipilih dalamnya. Pertanyaan yang muncul akan menjadi penentuan pendekatan yang benar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kebijakan akuntansi. Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan:
1.      Pendekatan ketepatan penyajian, mendukung pelaporan secara netral dan pencarian ketepatan penyajian melalui proses penetapan standar.
2.      Pendekatan konsekuensi ekonomi, mendukung pengadopsian standar yang akan memberikan konsekuensi ekonomi yang baik daripada konsekuensi ekonomi yang buruk.
2.3 Entitas-entitas yang berkepentingan dengan Standar Akuntansi
2.3.1 Individual dan kantor akuntan publik
Individual dan kantor akuntan publik bertanggungjawab melalui auditor-auditor mereka untuk secara independen mensertifikasi bahwa laporan keuangan perusahaan telah menyajikan hasil-hasil dari aktivitas-aktivitas bisnis dengan wajar dan akurat.
2.3.2 American institute of certified public accountants (AICPA)
American institute of certified public accountants (AICPA) adalah organisasi pengoordinir professional bagi para praktisi certified public accountants di Amerika Serikat. Dua komite teknis seniornya yang penting, Accounting Standarts Executive Committee (AcSEC) dan Auditing Standarts Executive Committee (AudSEC), di beri wewenang untuk berbicara atas nama AICPA, masing-masing dibidang keuangan, akuntansi biaya dan audit. Komite-komite ini menerbitakan Statements of Position (SOP) yang berhubungan dengan masalah-masalah akuntansi. SOP ini menjelaskan dan menguraikan secara panjang lebar masalah-masalah akuntansi controversial dan hendaknya diikuti sebagai pedoman jika mereka tidak bertentangan dengan pernyataan FASB Statements yang sudah ada. Disamping opini-opini di atas, APB juga menerbitkan empat pernyataan dan serangkaian interpretasi akuntanis yang dimaksudkan untuk memperluas opini atau menyampaikan rekomendasi-rekomendasi yang berhubungan dengan masalah-masalah akuntansi. Pernyataan-pernyataan tersebut adalah:
1.      APB Statement  No.1, laporan mengenai diterimanya Accounting Research Studies No.1 dan No. 3.
2.      APB Statement No.2, Disclosure of Supplementary Financial Information by Diversified Companies, diterbitkan pada bulan September 1967.
3.      APB Statement No.3, Financial Statements Restated for General Price Level Changes, diterbitkan pada bulan Juni 1969.
4.      AP Statement No. 4, Basic Concepts and Accounting Principles Underlying Financial Statements for Business Enterprises, diterbitkan pada bualan Oktober 1970.
2.3.3 American accounting association (AAA)
American accounting association (AAA) adalah organisasi para akademisi akuntansi dari setiap individu yang tertarik dalam peningkatan praktik dan teori akuntansi. Jurnal kuartalannya, Accounting Review, dipergunakan sebagi media untuk saling bertukar pikiran dan hasil-hasil para periset di bidang akuntansi. AAA juga bertindak sebagai forum dimana para akademisi mengekspresikan pandangan-pandangan mereka kan berbagai topic dan permasalahn akuntansi, baik secara individu maupun melalui komite yang ditunjuk khusus oleh organisasi. Bahkan, AAA telah mencoba untuk memberikan suatu kernagka bagi laporan keuangan perusahaan melalui komite-komite khusus seperti itu.
2.3.4 Financial accounting standarts board (FASB)
Financial accounting standarts board (FASB) menggantikan APB di tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi. Dihapuskan APB adalah karena faktor-faktor utama berikut ini:
1.      Terus berlangsungnya alternatif-alternatif perlakuan akuntansi yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk menunjukkan tingkat laba persaham yang lebih tinggi, khususnya sebagai akibat dari penggabungan perusahaan dan akuisisi.
2.      Kurangnya perlakuan akuntansi yang memadai untuk masalah-masalah akuntansi baru.
3.      Sejumlah kasus kecurangan dan tuntutan hukum yang melibatkan metode-metode akuntansi, yang tidak mampu mengungkapkan informasi-informasi yang relevan di kebanyakan kasus.
4.      Kegagalan APB dalam mengembangkan suatu kerangka konseptual.
FASB adalah badan independen yang berwenang dan ditugaskan untuk menetapkan dan meningkatkan standar pelaporan dan akuntansi keuangan yaitu standar-standar yang berhubungan dengan pencatatan informasi yang mengenai peristiwa-peristiwa dan transaksi-transaksi ekonomi dalam cara yang berguna dalam laporan keuangan. Sejak didirikan, FASB telah menerapkan prosedur proses sebagai berikut:
1.      Suatu masalah pelaporan akan diidentifikasi dan ditempatkan dalam agenda dewan.
2.      Menunjuk sebuah gugus tugas yang terdiri atas sekelompok individu di masyarakat akuntansi dan bisnis yang memiliki pengetahuan.
3.      DM juga tersedia bagi masyarakat untuk diperiksa selama jangka waktu paling sedikit enam puluh hari.
4.      Mengadakan suatu rapat dengar opini untuk umum, di mana sudut pandang yang berkaitan dengan kebaikan dan kelemahan dari berbagai kemungkinan posisi selanjutnya akan disajikan kepada dewan.
5.      Berdasarkan atas komentar-komentar yang diterima, baik lisan maupun tertulis, dewan akan menerbitkan draf eksposur dari usulan pernyataan standar akuntansi keuangan.
6.      ED akan tersedia bagi masyarakat untuk diperiksa selama jangka waktu paling sedikit tiga puluh hari.
7.      Sebuah rapat dengan opini lain akan diadakan, dimana sudut pandang yang berkaitan dengan kebaikan dan batasan-batasan dari posisi yang dinyatakan dalam ED akan disajikan kepada dewan.
8.      Berdasarkan atas komentar-komentar yang diterima, baik lisan maupun tertulis, setelah diterbitkannya ED, dewan dapat mengambil salah satu tindakan berikut ini:
a)      Mengadopsi standar yang diusulkan sebagai standar pernyataan akuntansi keuangan resmi
b)      Mengusulkan revisi dari standar yang diusulkan, selagi lagi dengan mengikuti prosedur proses yang seharusnya.
c)      Menunda penerbitan standar dan tetap mencamtumkan permasalahan dalam agenda.
d)     Tidak menerbitkan standard an menghapuskan permasalahan dari agenda.
Terdapat beberapa fitur penting yang memungkinkan orang-orang dengan berbagai kepentingan yang berbeda memengaruhi FASB dan pembuatan kebijakan.
1.      Fitur pertama adalah perlibatan parsial di mana orang-orang berpartisipasi dalam aktivitas FASB hanya dalam basis segmental atau parsial dan juga menjadi anggota dari banyak organisasi lain.
2.      Fitur kedua adalah pertisipasi bebas di mana para partisipan dalam aktivitas FASB akan memiliki perbedaan di berapa banyak waktu dan usaha yang mereka berikan kepada aktivitas FASB.
3.      Fitur ketiga adalah informasi asimetris di mana beberapa partisipan dalam aktivitas FASB mempunyai pengetahuan akan masalah pelaporan dan akuntansi keuangan yang lebih mendalam dibandingkan lainnya.
4.      Fitur keempat adalah kondisi-kondisi pembatasan di mana para partisipan dalam aktivitas FASB dengan organisasi-organisasi dan kelompok-kelompok social lain.
5.      Fitur kelima adalah kesempatan untuk mempengaruhi dan oportunisme di mana orang yang berpartisipan dalam aktivitas FASB atas basis parsial dan bebas memiliki informasi yang berbeda, dan beroperasi dalam batasan organisasi yang kemungkinan akan memiliki kesempatan untuk memberikan pengaruhnya dan oportunisme.
2.3.5 Securities and exchange commission (SEC)
Dibentuk oleh undang-undang kongres pada tahun 1934, Badan Pengawas Pasar Modal AS terutama bertanggungjawab untuk menyelenggarakan administrasi berbagai hukum yang dimaksudkan untuk mengatur sekuritas dan untuk memastikan ketepatan dari pelaporan keuangan dan pengungkapan perusahaan-perusahaan Amerika. Secara singkat berbagai undang-undang dan persyaratan pendaftaran umum mereka masing-masing adalah:
1.      Securities Act 1933: mengharuskannya dilakukan pendaftaran bagi sekuritas-sekuritas baru yang ditawarkan untuk dijual kepada publik.
2.      Securities Exchange Act 1934: mengharuskan adanya pelaporan terus-menerus dari perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh publik dan pendaftaran bagi sekuritas, bursa sekuritas serta beberapa pialang dan dealer tertentu.
3.      Public Unity Holding Act 1935: mengharuskan dilakukannya pendaftaran bagi dokumen-dokumen perjanjian perwalian dan data-data pendukung.
4.      Trust Indenture Act 1939: mengharuskan dilakukannya pendaftarannya bagi dokumen-dokumen perjanjian perwalian dan data-data pendukung.
5.      Investment Company Act 1940: mengharuskan dilakukannya pendaftaran bagi perusahaan-perusahaan investasi.
6.      Investment Advisers Act 1940: mengharuskan dilakukannya pendaftaran bagi para penasihat investasi.
2.3.6 Para pengguna laporan keuangan
Berbagai kelompok yang tertarik akan hasil dari aktivitas-aktivitas organisasi yang berorientasi laba dapat dibedakan menjadi pengguna langsung dan pengguna tidak langsung.
Pengguna langsung meliputi:
1.      Pemilik perusahaan dan para pemegnag sahamnya
2.      Kreditor dan pemasok
3.      Manajemen perusahaan
4.      Otoritas perpajakan
5.      Pekerja dalam suatu organisasi
6.      Para pelanggan
Sedangkan pengguna tidak langsung meliputi:
1.      Analis dan penasihat keuangan
2.      Bursa saham
3.      Pengacara
4.      Pihak-pihak yang berwenang dalam pengaturan dan pendaftaran
5.      Pers keuangan dan agen-agen pelaporan
6.      Asosiasi perdagangan
7.      Serikat pekerja
8.      Pesaing
9.      Masyarakat umum
10.  Departemen pemerintah lainnya
Sebuah daftar yang memuat para konstituen dari lingkungan pelaporan keuangan terdiri atas:
       I.            Para investor
a.       Terdiversifikasi vs Tidak terdiversifikasi
b.      Aktif vs Pasif
c.       Profesional vs Nonprofesional
    II.            Perantara informasi
a.       Analisis keuangan
b.      Agen pemeringkat obligasi
c.       Agen pemeringkat saham
d.      Layanan penasihat investasi
e.       Perusahaan pialang
 III.            Para regulator
a.       FASB
b.      SEC
c.       kongres
 IV.            Manajemen
a.       Perusahaan besar vs Perusahaan kecil
b.      Perusahaan publik vs Perusahaan pribadi
    V.            Auditor
a.       Nasional vs Lokal
b.      Praktik SEC vs Praktik non-SEC
Para pengguna langsung dan tidak langsung memiliki sekumpulan tujuan yang beragam dan saling bertentangan. Pada dasarnya, kedua jenis pengguna ini memiliki kebutuhan informasi yang berbeda. Ada tiga jenis laporan keuangan yang dapat dibuat:
1.      Laporan keuangan untuk tujuan umum yang dapat memenuhi kebutuhan umum dari para pengguna.
2.      Laporan keuangan untuk tujuan khusus yang memenuhi kebutuhan dari kelompok pengguna tertentu.
3.      Pengungkapan-pengungkapan yang berbeda menyajikan angka-angka yang berbeda untuk dipilih oleh para penggunanya.
2.4 Siapa yang Berwenang Menetapkan Standar?
2.4.1 Teori tentang regulasi
Regulasi pada umumnya diasumsikan harus diperoleh oleh suatu industry tertentu dan dirancang serta dioperasikan terutama untuk keuntungannya sendiri. Terdapat dua kategori utama dalam regulasi suatu industri tertentu:
1.      Teori-teori kepentingan publik, dari regulasi berpendapat bahwa regulasi diberikan sebagai jawaban atas permintaan publik akan perbaikan dari harga–harga pasar yang tidak efisien atau tidak adil.
2.      Kelompok yang berkepentingan atau teori-teori tangkapan, dari regulasi berpendapat bahwa regulasi diberikan sebagai jawaban atas permintaan dari kelompok dengan kepentingan khusus, dengan tujuan untuk memaksimalkan laba dari para anggotanya. Versi utama dari teori ini adalah:
a.       Teori regulasi kaum elit yang menguasai politik, berhubungan dengan penggunaan kekuatan politik untuk memperoleh kendali regulatoris
b.      Teori regulasi ekonomi, berhubungan dengan kekuatan ekonomi
2.4.2 Haruskah kita mengatur akuntansi?
Terjadi perdebatan mengenai apakah akuntansi sebaiknya diatur atau tidak.
Mereka yang mendukung opini pasar yang tidak diregulasi menggunakan teori keagenan untuk mempertanyakan mengapa harus terdapat insentif-insentif dalam pelaporan yang andal dan bersifat sukarela kepada pemilik.
Mereka yang mendukung pasar yang diregulasi menggunakan argumentasi kepentingan publik. Pada dasarnya, baik kegagalan pasar maupun kebutuhan untuk mencapai sasaran-sasaran social akan menentukan pengaturan dari akuntansi. Kegagalan pasar, sebagai alokasi pengeluaran yang dibawah nilai optimal, mungkin merupakan akibat dari:
1.      Keenganan suatu perusahaan untuk menggunakan informasi tentang dirinya sendiri, karena ia merupakan pemasok monopoli dari informasi tersebut.
2.      Terjadi kecurangan
3.      Kurangnya produksi informasi akuntansi sebagai barang publik
Meskipun perdebatan mengenai keuntungan dan keterbatasan dari pengaturan terus berlangsung, penetapan standar itu sendiri adalah suatu kenyataan dari lingkungan akuntansi. Keuntungan dan keterbatasan dari berbagai bentuk penetapan standar regulatoris ataupun nonregulatoris dapat dinilai sebagai salah satu jalan dalam meningkatkan proses.
2.4.3 Pendekatan pasar bebas
Pendekatan pasar bebas untuk penetapan standar akuntansi dimulai dari suatu asumsi dasar bahwa informasi akuntansi adalah sebuah barang ekonomi, sama seperti barang atau jasa lainnya. Oleh sebab itu, ia menjadi subjek atas kekuatan permintaan dari pengguna dan kekuatan pasokan oleh penyedia yang berminat. Hasil yang terjadi adalah jumlah optimal dari informasi yang diungkapkan pada harga yang optimal. Oleh karenanya, pasar dinyatakan sebagai suatu mekanisme yang ideal untuk menentukan jenis-jenis informasi yang harus diungkapkan, penerima dari informasi dan standar akuntansi yang mengatur pembuatan informasi semacam itu.
Para penganjur pendekatan regulatoris berpendapat bahwa terjadi kegagalan pasar baik secara eksplisit maupun implicit dalam pasar pribadi untuk informasi:
1)      Secara umum, kegagalan pasareksplisit diasumsikan terjadi ketika baik jumlah atau mutu dari barang yang dihasilkan di sebuah pasar yang tidak diatur berbeda dari biaya pribadi dari dan keuntungan yang diperoleh dari barang tersebut dan solusi pasar menimbulkan terjadinya suatu alokasi sumber daya non- Pareto.
2)      Teori-teori kegagalan pasar implicit berfokus pada satu atau lebih klaim-klaim berikut yang mengatakan bahwa terdapat kelemahan-kelemahan dalam pasar pribadi informasi akuntansi:
a.       Kendali monopoli atas informasi oleh manajemen
b.      Investor yang naïf
c.       Fiksasi fungsional
d.      Angka-angka yang menyesatkan
e.       Prosedur yang berbeda-beda
f.       Kurangnya objektivitas
2.4.4 Regulasi standar akuntansi di sektor swasta
Pendekatan sector swasta terhadap regulasi atas standar akuntansi bergantung kepada asumsi fundamental bahwa kepentingan publik dalam akuntansi akan terpenuhi dengan baik jika pembuatan standar diserahkan kepada sector swasta. Pembuatan standar swasta di Amerika Serikat telah melibatkan Committee on Accounting Procedures (1939-1959) dan Financial Accounting Standarts Board (1973-sekarang). Mengingat FASB saat ini adalah badan penyusun standar yang ada di sector swasta, maka ia akan digunakan untuk menggambarkan keunggulan dan kelemahan dari standar akuntansi yang diatur oleh sector swasta.
Para penganjur pendekatan sector swasta mengutip argumentasi berikut ini dalam mempertahankan posisi mereka:
1)      FASB tampaknya responsive terhadap berbagai konstituennya.
2)      FASB tampaknya mampu menarik, sebagai anggota atau sebagai staf, orang-orang yang memiliki kemampuan teknis yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pengukuran alternative dan system pengungkapan.
3)      FASB tampaknya behasil menumbuhkan respons dari konstituen pokoknya dan dalam menjawab input tersebut.
Sedangkan lawan dari pendekatan sector swasta mengutip argumentasi berikut ini dalam mendukung posisi yang mereka ambil:
1)      FASB kurang memiliki wewenang hukum dan kekuatan untuk menegakkan pelaksanaannya, serta menghadapi tantangan mendapat penolakan oleh Kongres atau badan-badan pemerintah.
2)      FASB sering mendapat tuduhan kurang independen dari para konstituennya yang utama, kantor akuntan publik dan perusahaan-perusahaan.
3)      FASB sering kali dituduh lambat dalam merespons masalah-masalah besar yang merupakan hal sangat penting bagi para konstituennya. Situasi ini umumnya disebabkan oleh panjangnya waktu yang dibutuhkan dalam proses dan pertimbangan yang mendalam dari dewan.
5.4.5 REGULASI STANDAR AKUNTANSI DI SEKITAR PUBLIK
c    A.   Elliot dan Schuetze menyatakan :
     1. regulasi harus tidak melanggar hak-hak atau undang-undang konstitusional 
     2. regulasi hendaknya dirancang untuk mencegah terjadinya perubahan sosial yang nyata ataupun                      kemungkinannya
3   3. regulasi harus memikirkan kepentingan publik 
   akibat yang wajar dari prinsip ini adalah bahwa biaya harus tidak melebihi manfaat dan regulasi itu sendiri hendaknya kita tidak berlebihan. jika kekuatan pasar dapat menjawab suatu pertanyaan dengan memadai, maka regulasi dianggap tidak berguna.
 4. regulasi hendaknya tidak diterapkan oleh sektor publik jika tujuannya dapat dicapai oleh institusi-institusi sektor swasta
  5. pihak yang potensial untuk diregulasi hendaknya tidak mengandung beban untuk membuktikan pembenaran regulasi tersebut, melainkan penganjur dari regulasilah yang menunjukkan bahwa regulasi tersebut dibenarkan.
   6. tindakan regulatoris hendaknya tidak digunakan untuk memperbaiki tindakan pelanggaran hukum yang kadang terjadi, yang merupakan tugas dari penegak hukum, begitu pula tanggung jawab regulatoris dibuat untuk melawan perilaku antisosial yang kadang terjadi dan dapat dilarang oleh undang-undang.


a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar