2.1
Hakikat Standar Akuntansi
Standar secara umum diterima sebagai aturan baku,
yang didukung oleh sanksi-saksi untuk setiap ketidakpatuhan. Standar akuntansi
biasanya terdiri atas tiga bagian:
1. Deskripsi
masalah yang harus dipecahkan
2. Diskusi
dengan pertimbangan yang sehat
3. Solusi
yang disarankan
Dalam menilai subjek masalah dari standar, Edey
membagi persyaratan-persyaratan standar menjadi empat tipe utama:
1. Tipe
1 menyatakan bahwa para akuntan harus memberitahukan kepada para masyarakat apa
yang mereka lakukan dengan mengungkapkan berbagai metode dan asumsi yang mereka
gunakan.
2. Tipe
2 ditujukan pada tercapainya suatu keseragaman dalam penyajian laporan-laporan
akuntansi.
3. Tipe
3 meminta adanya pengungkapan atas masalah-masalah spesifik di mana pengguna
mungkin diminta untuk menerapkan pertimbangannya sendiri.
4. Tipe
4 mensyaratkan dibuatnya keputusan implicit atau eksplisit mengenai valuasi
aktiva dan penentuan laba yang telah disetujui.
2.2
Tujuan Penetapan Standar
Pemberlakuan standar mungkin memberikan keuntungan
bagi beberapa pihak dan merugikan beberapa pihak yang lain. jika digunakan
criteria kesejahteraan social untuk menjustifikasi pemberlakuan sebuah standar,
maka akan muncul satu pertanyaan serius mengenai legitimasi dari badan penyusun
standar yang tidak dipilih dalamnya. Pertanyaan yang muncul akan menjadi
penentuan pendekatan yang benar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam
kebijakan akuntansi. Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan:
1. Pendekatan
ketepatan penyajian, mendukung pelaporan secara netral dan pencarian ketepatan
penyajian melalui proses penetapan standar.
2. Pendekatan
konsekuensi ekonomi, mendukung pengadopsian standar yang akan memberikan
konsekuensi ekonomi yang baik daripada konsekuensi ekonomi yang buruk.
2.3
Entitas-entitas yang berkepentingan dengan Standar Akuntansi
2.3.1
Individual dan kantor akuntan publik
Individual dan kantor akuntan publik
bertanggungjawab melalui auditor-auditor mereka untuk secara independen
mensertifikasi bahwa laporan keuangan perusahaan telah menyajikan hasil-hasil
dari aktivitas-aktivitas bisnis dengan wajar dan akurat.
2.3.2
American institute of certified public accountants (AICPA)
American
institute of certified public accountants
(AICPA) adalah organisasi pengoordinir professional bagi para praktisi certified public accountants di Amerika
Serikat. Dua komite teknis seniornya yang penting, Accounting Standarts Executive Committee (AcSEC) dan Auditing Standarts Executive Committee
(AudSEC), di beri wewenang untuk berbicara atas nama AICPA, masing-masing
dibidang keuangan, akuntansi biaya dan audit. Komite-komite ini menerbitakan Statements of Position (SOP) yang
berhubungan dengan masalah-masalah akuntansi. SOP ini menjelaskan dan
menguraikan secara panjang lebar masalah-masalah akuntansi controversial dan
hendaknya diikuti sebagai pedoman jika mereka tidak bertentangan dengan
pernyataan FASB Statements yang sudah
ada. Disamping opini-opini di atas, APB juga menerbitkan empat pernyataan dan
serangkaian interpretasi akuntanis yang dimaksudkan untuk memperluas opini atau
menyampaikan rekomendasi-rekomendasi yang berhubungan dengan masalah-masalah
akuntansi. Pernyataan-pernyataan tersebut adalah:
1. APB
Statement No.1, laporan mengenai diterimanya Accounting Research Studies No.1 dan No.
3.
2. APB
Statement No.2, Disclosure of Supplementary Financial Information by Diversified
Companies, diterbitkan pada bulan September 1967.
3. APB
Statement No.3, Financial Statements Restated for General Price Level Changes,
diterbitkan pada bulan Juni 1969.
4. AP
Statement No. 4, Basic Concepts and Accounting Principles Underlying Financial
Statements for Business Enterprises, diterbitkan pada bualan Oktober 1970.
2.3.3
American accounting association (AAA)
American
accounting association (AAA) adalah
organisasi para akademisi akuntansi dari setiap individu yang tertarik dalam
peningkatan praktik dan teori akuntansi. Jurnal kuartalannya, Accounting Review, dipergunakan sebagi
media untuk saling bertukar pikiran dan hasil-hasil para periset di bidang akuntansi.
AAA juga bertindak sebagai forum dimana para akademisi mengekspresikan
pandangan-pandangan mereka kan berbagai topic dan permasalahn akuntansi, baik
secara individu maupun melalui komite yang ditunjuk khusus oleh organisasi. Bahkan,
AAA telah mencoba untuk memberikan suatu kernagka bagi laporan keuangan
perusahaan melalui komite-komite khusus seperti itu.
2.3.4
Financial accounting standarts board (FASB)
Financial
accounting standarts board (FASB) menggantikan
APB di tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk membuat standar
akuntansi. Dihapuskan APB adalah karena faktor-faktor utama berikut ini:
1. Terus
berlangsungnya alternatif-alternatif perlakuan akuntansi yang memungkinkan
perusahaan-perusahaan untuk menunjukkan tingkat laba persaham yang lebih
tinggi, khususnya sebagai akibat dari penggabungan perusahaan dan akuisisi.
2. Kurangnya
perlakuan akuntansi yang memadai untuk masalah-masalah akuntansi baru.
3. Sejumlah
kasus kecurangan dan tuntutan hukum yang melibatkan metode-metode akuntansi, yang
tidak mampu mengungkapkan informasi-informasi yang relevan di kebanyakan kasus.
4. Kegagalan
APB dalam mengembangkan suatu kerangka konseptual.
FASB adalah badan independen yang berwenang dan
ditugaskan untuk menetapkan dan meningkatkan standar pelaporan dan akuntansi
keuangan yaitu standar-standar yang berhubungan dengan pencatatan informasi
yang mengenai peristiwa-peristiwa dan transaksi-transaksi ekonomi dalam cara
yang berguna dalam laporan keuangan. Sejak didirikan, FASB telah menerapkan
prosedur proses sebagai berikut:
1. Suatu
masalah pelaporan akan diidentifikasi dan ditempatkan dalam agenda dewan.
2. Menunjuk
sebuah gugus tugas yang terdiri atas sekelompok individu di masyarakat
akuntansi dan bisnis yang memiliki pengetahuan.
3. DM
juga tersedia bagi masyarakat untuk diperiksa selama jangka waktu paling
sedikit enam puluh hari.
4. Mengadakan
suatu rapat dengar opini untuk umum, di mana sudut pandang yang berkaitan
dengan kebaikan dan kelemahan dari berbagai kemungkinan posisi selanjutnya akan
disajikan kepada dewan.
5. Berdasarkan
atas komentar-komentar yang diterima, baik lisan maupun tertulis, dewan akan
menerbitkan draf eksposur dari usulan pernyataan standar akuntansi keuangan.
6. ED
akan tersedia bagi masyarakat untuk diperiksa selama jangka waktu paling sedikit
tiga puluh hari.
7. Sebuah
rapat dengan opini lain akan diadakan, dimana sudut pandang yang berkaitan
dengan kebaikan dan batasan-batasan dari posisi yang dinyatakan dalam ED akan
disajikan kepada dewan.
8. Berdasarkan
atas komentar-komentar yang diterima, baik lisan maupun tertulis, setelah
diterbitkannya ED, dewan dapat mengambil salah satu tindakan berikut ini:
a) Mengadopsi
standar yang diusulkan sebagai standar pernyataan akuntansi keuangan resmi
b) Mengusulkan
revisi dari standar yang diusulkan, selagi lagi dengan mengikuti prosedur
proses yang seharusnya.
c) Menunda
penerbitan standar dan tetap mencamtumkan permasalahan dalam agenda.
d) Tidak
menerbitkan standard an menghapuskan permasalahan dari agenda.
Terdapat beberapa fitur penting yang memungkinkan
orang-orang dengan berbagai kepentingan yang berbeda memengaruhi FASB dan
pembuatan kebijakan.
1. Fitur
pertama adalah perlibatan parsial di mana orang-orang berpartisipasi dalam
aktivitas FASB hanya dalam basis segmental atau parsial dan juga menjadi
anggota dari banyak organisasi lain.
2. Fitur
kedua adalah pertisipasi bebas di mana para partisipan dalam aktivitas FASB
akan memiliki perbedaan di berapa banyak waktu dan usaha yang mereka berikan
kepada aktivitas FASB.
3. Fitur
ketiga adalah informasi asimetris di mana beberapa partisipan dalam aktivitas
FASB mempunyai pengetahuan akan masalah pelaporan dan akuntansi keuangan yang
lebih mendalam dibandingkan lainnya.
4. Fitur
keempat adalah kondisi-kondisi pembatasan di mana para partisipan dalam
aktivitas FASB dengan organisasi-organisasi dan kelompok-kelompok social lain.
5. Fitur
kelima adalah kesempatan untuk mempengaruhi dan oportunisme di mana orang yang
berpartisipan dalam aktivitas FASB atas basis parsial dan bebas memiliki
informasi yang berbeda, dan beroperasi dalam batasan organisasi yang
kemungkinan akan memiliki kesempatan untuk memberikan pengaruhnya dan
oportunisme.
2.3.5
Securities and exchange commission (SEC)
Dibentuk oleh undang-undang kongres pada tahun 1934,
Badan Pengawas Pasar Modal AS terutama bertanggungjawab untuk menyelenggarakan
administrasi berbagai hukum yang dimaksudkan untuk mengatur sekuritas dan untuk
memastikan ketepatan dari pelaporan keuangan dan pengungkapan
perusahaan-perusahaan Amerika. Secara singkat berbagai undang-undang dan
persyaratan pendaftaran umum mereka masing-masing adalah:
1. Securities Act
1933: mengharuskannya dilakukan pendaftaran bagi sekuritas-sekuritas baru yang
ditawarkan untuk dijual kepada publik.
2. Securities Exchange Act
1934: mengharuskan adanya pelaporan terus-menerus dari perusahaan yang sahamnya
dimiliki oleh publik dan pendaftaran bagi sekuritas, bursa sekuritas serta
beberapa pialang dan dealer tertentu.
3. Public Unity Holding
Act 1935: mengharuskan dilakukannya
pendaftaran bagi dokumen-dokumen perjanjian perwalian dan data-data pendukung.
4. Trust Indenture Act
1939: mengharuskan dilakukannya pendaftarannya bagi dokumen-dokumen perjanjian
perwalian dan data-data pendukung.
5. Investment Company Act
1940: mengharuskan dilakukannya pendaftaran bagi perusahaan-perusahaan
investasi.
6. Investment Advisers Act
1940: mengharuskan dilakukannya pendaftaran bagi para penasihat investasi.
2.3.6
Para pengguna laporan keuangan
Berbagai kelompok yang tertarik akan hasil dari
aktivitas-aktivitas organisasi yang berorientasi laba dapat dibedakan menjadi
pengguna langsung dan pengguna tidak langsung.
Pengguna
langsung meliputi:
1. Pemilik
perusahaan dan para pemegnag sahamnya
2. Kreditor
dan pemasok
3. Manajemen
perusahaan
4. Otoritas
perpajakan
5. Pekerja
dalam suatu organisasi
6. Para
pelanggan
Sedangkan
pengguna tidak langsung meliputi:
1. Analis
dan penasihat keuangan
2. Bursa
saham
3. Pengacara
4. Pihak-pihak
yang berwenang dalam pengaturan dan pendaftaran
5. Pers
keuangan dan agen-agen pelaporan
6. Asosiasi
perdagangan
7. Serikat
pekerja
8. Pesaing
9. Masyarakat
umum
10. Departemen
pemerintah lainnya
Sebuah
daftar yang memuat para konstituen dari lingkungan pelaporan keuangan terdiri
atas:
I.
Para investor
a. Terdiversifikasi
vs Tidak terdiversifikasi
b. Aktif
vs Pasif
c. Profesional
vs Nonprofesional
II.
Perantara informasi
a. Analisis
keuangan
b. Agen
pemeringkat obligasi
c. Agen
pemeringkat saham
d. Layanan
penasihat investasi
e. Perusahaan
pialang
III.
Para regulator
a. FASB
b. SEC
c. kongres
IV.
Manajemen
a. Perusahaan
besar vs Perusahaan kecil
b. Perusahaan
publik vs Perusahaan pribadi
V.
Auditor
a. Nasional
vs Lokal
b. Praktik
SEC vs Praktik non-SEC
Para pengguna langsung dan tidak langsung memiliki sekumpulan
tujuan yang beragam dan saling bertentangan. Pada dasarnya, kedua jenis
pengguna ini memiliki kebutuhan informasi yang berbeda. Ada tiga jenis laporan
keuangan yang dapat dibuat:
1. Laporan
keuangan untuk tujuan umum yang dapat memenuhi kebutuhan umum dari para
pengguna.
2. Laporan
keuangan untuk tujuan khusus yang memenuhi kebutuhan dari kelompok pengguna
tertentu.
3. Pengungkapan-pengungkapan
yang berbeda menyajikan angka-angka yang berbeda untuk dipilih oleh para
penggunanya.
2.4
Siapa yang Berwenang Menetapkan Standar?
2.4.1
Teori tentang regulasi
Regulasi pada umumnya diasumsikan harus diperoleh
oleh suatu industry tertentu dan dirancang serta dioperasikan terutama untuk
keuntungannya sendiri. Terdapat dua kategori utama dalam regulasi suatu
industri tertentu:
1. Teori-teori
kepentingan publik, dari regulasi berpendapat bahwa regulasi diberikan sebagai
jawaban atas permintaan publik akan perbaikan dari harga–harga pasar yang tidak
efisien atau tidak adil.
2. Kelompok
yang berkepentingan atau teori-teori tangkapan, dari regulasi berpendapat bahwa
regulasi diberikan sebagai jawaban atas permintaan dari kelompok dengan
kepentingan khusus, dengan tujuan untuk memaksimalkan laba dari para
anggotanya. Versi utama dari teori ini adalah:
a. Teori
regulasi kaum elit yang menguasai politik, berhubungan dengan penggunaan
kekuatan politik untuk memperoleh kendali regulatoris
b. Teori
regulasi ekonomi, berhubungan dengan kekuatan ekonomi
2.4.2
Haruskah kita mengatur akuntansi?
Terjadi
perdebatan mengenai apakah akuntansi sebaiknya diatur atau tidak.
Mereka yang mendukung opini pasar yang tidak
diregulasi menggunakan teori keagenan untuk mempertanyakan mengapa harus
terdapat insentif-insentif dalam pelaporan yang andal dan bersifat sukarela
kepada pemilik.
Mereka yang mendukung pasar yang diregulasi
menggunakan argumentasi kepentingan publik. Pada dasarnya, baik kegagalan pasar
maupun kebutuhan untuk mencapai sasaran-sasaran social akan menentukan
pengaturan dari akuntansi. Kegagalan pasar, sebagai alokasi pengeluaran yang dibawah
nilai optimal, mungkin merupakan akibat dari:
1. Keenganan
suatu perusahaan untuk menggunakan informasi tentang dirinya sendiri, karena ia
merupakan pemasok monopoli dari informasi tersebut.
2. Terjadi
kecurangan
3. Kurangnya
produksi informasi akuntansi sebagai barang publik
Meskipun perdebatan mengenai keuntungan dan
keterbatasan dari pengaturan terus berlangsung, penetapan standar itu sendiri
adalah suatu kenyataan dari lingkungan akuntansi. Keuntungan dan keterbatasan
dari berbagai bentuk penetapan standar regulatoris ataupun nonregulatoris dapat
dinilai sebagai salah satu jalan dalam meningkatkan proses.
2.4.3
Pendekatan pasar bebas
Pendekatan pasar bebas untuk penetapan standar
akuntansi dimulai dari suatu asumsi dasar bahwa informasi akuntansi adalah sebuah
barang ekonomi, sama seperti barang atau jasa lainnya. Oleh sebab itu, ia
menjadi subjek atas kekuatan permintaan dari pengguna dan kekuatan pasokan oleh
penyedia yang berminat. Hasil yang terjadi adalah jumlah optimal dari informasi
yang diungkapkan pada harga yang optimal. Oleh karenanya, pasar dinyatakan
sebagai suatu mekanisme yang ideal untuk menentukan jenis-jenis informasi yang
harus diungkapkan, penerima dari informasi dan standar akuntansi yang mengatur
pembuatan informasi semacam itu.
Para
penganjur pendekatan regulatoris berpendapat bahwa terjadi kegagalan pasar baik
secara eksplisit maupun implicit dalam pasar pribadi untuk informasi:
1) Secara
umum, kegagalan pasareksplisit diasumsikan terjadi ketika baik jumlah atau mutu
dari barang yang dihasilkan di sebuah pasar yang tidak diatur berbeda dari
biaya pribadi dari dan keuntungan yang diperoleh dari barang tersebut dan
solusi pasar menimbulkan terjadinya suatu alokasi sumber daya non- Pareto.
2) Teori-teori
kegagalan pasar implicit berfokus pada satu atau lebih klaim-klaim berikut yang
mengatakan bahwa terdapat kelemahan-kelemahan dalam pasar pribadi informasi
akuntansi:
a. Kendali
monopoli atas informasi oleh manajemen
b. Investor
yang naïf
c. Fiksasi
fungsional
d. Angka-angka
yang menyesatkan
e. Prosedur
yang berbeda-beda
f. Kurangnya
objektivitas
2.4.4
Regulasi standar akuntansi di sektor swasta
Pendekatan sector swasta terhadap regulasi atas
standar akuntansi bergantung kepada asumsi fundamental bahwa kepentingan publik
dalam akuntansi akan terpenuhi dengan baik jika pembuatan standar diserahkan
kepada sector swasta. Pembuatan standar swasta di Amerika Serikat telah
melibatkan Committee on Accounting Procedures (1939-1959) dan Financial
Accounting Standarts Board (1973-sekarang). Mengingat FASB saat ini adalah badan
penyusun standar yang ada di sector swasta, maka ia akan digunakan untuk
menggambarkan keunggulan dan kelemahan dari standar akuntansi yang diatur oleh
sector swasta.
Para
penganjur pendekatan sector swasta mengutip argumentasi berikut ini dalam
mempertahankan posisi mereka:
1) FASB
tampaknya responsive terhadap berbagai konstituennya.
2) FASB
tampaknya mampu menarik, sebagai anggota atau sebagai staf, orang-orang yang
memiliki kemampuan teknis yang diperlukan untuk mengembangkan dan
mengimplementasikan pengukuran alternative dan system pengungkapan.
3) FASB
tampaknya behasil menumbuhkan respons dari konstituen pokoknya dan dalam
menjawab input tersebut.
Sedangkan
lawan dari pendekatan sector swasta mengutip argumentasi berikut ini dalam
mendukung posisi yang mereka ambil:
1) FASB
kurang memiliki wewenang hukum dan kekuatan untuk menegakkan pelaksanaannya,
serta menghadapi tantangan mendapat penolakan oleh Kongres atau badan-badan
pemerintah.
2) FASB
sering mendapat tuduhan kurang independen dari para konstituennya yang utama,
kantor akuntan publik dan perusahaan-perusahaan.
3) FASB
sering kali dituduh lambat dalam merespons masalah-masalah besar yang merupakan
hal sangat penting bagi para konstituennya. Situasi ini umumnya disebabkan oleh
panjangnya waktu yang dibutuhkan dalam proses dan pertimbangan yang mendalam
dari dewan.
5.4.5 REGULASI STANDAR AKUNTANSI DI SEKITAR PUBLIK
c A. Elliot dan Schuetze menyatakan :
1. regulasi harus tidak melanggar hak-hak atau undang-undang konstitusional
2. regulasi hendaknya dirancang untuk mencegah terjadinya perubahan sosial yang nyata ataupun kemungkinannya
3 3. regulasi harus memikirkan kepentingan publik
akibat yang wajar dari prinsip ini adalah bahwa biaya harus tidak melebihi manfaat dan regulasi itu sendiri hendaknya kita tidak berlebihan. jika kekuatan pasar dapat menjawab suatu pertanyaan dengan memadai, maka regulasi dianggap tidak berguna.
4. regulasi hendaknya tidak diterapkan oleh sektor publik jika tujuannya dapat dicapai oleh institusi-institusi sektor swasta
5. pihak yang potensial untuk diregulasi hendaknya tidak mengandung beban untuk membuktikan pembenaran regulasi tersebut, melainkan penganjur dari regulasilah yang menunjukkan bahwa regulasi tersebut dibenarkan.
6. tindakan regulatoris hendaknya tidak digunakan untuk memperbaiki tindakan pelanggaran hukum yang kadang terjadi, yang merupakan tugas dari penegak hukum, begitu pula tanggung jawab regulatoris dibuat untuk melawan perilaku antisosial yang kadang terjadi dan dapat dilarang oleh undang-undang.
a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar