Minggu, 02 November 2014

kerangka konseptual untuk akuntansi dan pelaporan keuangan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi dan Konflik Kepentingan
Perumusan tujuan akuntansi tergantung pada penyelesaian konflik kepentingan yang terdapat di pasar informasi. Atau lebih spesifik lagi, laporan keuangan yang dihasilkan oleh interaksi tiga kelompok:
1)      Perusahaan (firm) membentuk kelompok utama yang terlibat dalam proses akuntansi. Aktivitas-aktivitas operasional, keuangan, dan luar biasa yang mereka lakukan menjadi justifikasi dari pembuatan laporan keuangan.
2)      Pengguna membentuk kelompok kedua. Pembuatan informasi akuntansi dipengaruhi oleh kepentingan dan kebutuhan pengguna.
3)      Profesi akuntansi membentuk kelompok ketiga yang dapat memengaruhi informasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan.
Melihat konflik-konflik ini, terdapat tiga kemungkinan pendekatan dalam perumusan tujuan akuntansi. Pendekatan pertama melihat kumpulan informasi yang siap diungkapkan oleh perusahaan dan mencoba untuk menemukan cara terbaik untuk mengukur dan memverifikasinya. Pendekatan kedua melihat informasi yang dapat diukur dan diverifikasi oleh profesi dan mencoba untuk mengakomodasi para pengguna dan perusahaan melalui berbagai pilihan-pilihan akuntansi. Pendekatan ketiga memandang kumpulan informasi yang dianggap relevan oleh para pengguna sebagai sesuatu hal yang penting serta mendorong profesi dan perusahaan untuk membuat dan memverifikasi informasi tersebut. Sederhananya, pendekatan pertama berorientasi kepada perusahaan, pendekatan kedua berorientasi kepada profesi dan pendekatan ketiga berorientasi kepada pengguna.
2.2 Menuju ke Arah Perumusan Tujuan Laporan Keuangan
2.2.1 Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement No.4
Bab 4 dari APB Statement No.4 mengklasifikasikan tujuan menjadi tujuan khusus, tujuan umum dan tujuan kualitatif serta menempatkan mereka di bawah suatu kumpulan pembatasan. Tujuan-tujuan tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
1)      Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan-perubahan lainnya dalam posisi keuangan.
2)      Tujuan umum dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a.       Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai sumberdaya ekonomi dan kewajiban dari perusahaan bisnis.
b.      Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai perubahan dalam sumber daya bersih dari aktivitas perubahan bisnis yang diarahkan untuk memperoleh laba.
c.       Untuk memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mengestimasi potensi penghasilan bagi perusahaan.
d.      Untuk memberikan informasi lain yang dibutuhkan mengenai perubahan dalam sumberdaya ekonomi dan kewajiban.
e.       Untuk mengungkapkan informasi lain yang relevan terhadap kebutuhan pengguna laporan.
3)      Tujuan kualitatif dari akuntansi keuangan adalah sebagai berikut:
a.       Relevansi, yang artinya pemilihan informasi yang memiliki kemungkinan paling besar untuk memberikan bantuan kepada para pengguna dalam keputusan ekonomi mereka.
b.      Dapat dimengerti, yang artinya tidak hanya informasi tersebut harus jelas, tetapi para pengguna juga harus dapat memahaminya.
c.       Dapat diverifikasi, yang artinya hasil akuntansi dapat didukung oleh pengukuran-pengukuran yang independen, dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.
d.      Netralitas, yang artinya informasi akuntansi ditujukan kepada kebutuhan umum dari pengguna, bukannya kebutuhan-kebutuhan tertentu dari pengguna-pengguna yang spesifik.
e.       Ketepatan waktu, yang artinya komunikasi informasi secara lebih awal, untuk menghindari adanya kelambatan atau penundaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
f.       Komparabilitas, yang secara tidak langsung berarti perbedaan-perbedaan yang terjadi seharusnya bukan diakibatkan oleh perbedaan perlakuan akuntansi keuangan yang diterapkan.
g.      Kelengkapan, yang artinya adalah telah dilaporkannya seluruh informasi yang secara wajar memenuhi persyaratan dari tujuan kualitatif yang lain.
2.2.2 Laporan kelompok studi mengenai tujuan laporan keuangan
§  Metodologi yang digunakan
Sebagai respon terhadap kritik atas pelaporan keuangan perusahaan dan kenyataan bahwa semakin mendesaknya kebutuhan dari sebuah kerangka konseptual akuntansi, Dewan Direksi dari American Institute of Certified Public Accountant mengumumkan dibentuknya dua kelompok studi pada bulan April 1971. Kelompok studi untuk pembuatan prinsip-prinsip akuntansi yang dikenal sebagai “Komite Wheat” ini, diberi tugas memperbaiki dan meningkatkan proses penetapan standar. Laporan yang dihasilkan oleh komite ini mencetuskan dibentuknya Financial Accounting Standards Board (FASB). Kelompok studi kedua, yang dikenal sebagai “Komite Trueblood” ditugaskan untuk mengembangkan tujuan laporan, yaitu dengan menentukan:
1.      Siapa yang membutuhkan laporan keuangan
2.      Informasi apa yang mereka butuhkan
3.      Seberapa banyak dari informasi yang dibutuhkan itu dapat diberikan oleh akuntansi
4.      Kerangka apa yang dibutuhkan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan tersebut.
Berdasarkan atas data empiris dan konseptual yang dikumpulkan, kelompok studi ini mengeluarkan dua laporan. Laporan yang pertama dan lebih penting adalah Report of the Study Group on the Objectives of Financial Statements yang memuat kesimpulan-kesimpulan principal dan pernyataan tujuan laporan keuangan. Laporan yang kedua memuat beberapa pilihan artikel oleh tim penasihat yang dipertimbangkan oleh kelompok studi ketika membuat kesimpulan dan tujuan dari laporan pertama.
§  Tujuan laporan keuangan seperti yang dinyatakan dalam “laporan trueblood”
Enam tingkatan tujuan berikut ini diambil dari “Laporan Trueblood”:
1.      Tujuan dasar (No.1)
2.      Empat tujuan (No. 2, 3, 11, dan 12) yang menyebutkan pengguna dan kegunaan yang berbeda-beda dari informasi akuntansi.
3.      Dua tujuan (No. 4 dan 5) yang menyebutkan kekuatan menghasilkan (earning power) perusahaan dan kemampuan manajemen (akuntabilitas) sebagai jenis informasi yang dibutuhkan.
4.      Satu tujuan (No. 6) yang menyebutkan sifat dari informasi yang dibutuhkan sebagai factual dan interpretative.
5.      Empat tujuan (No. 7, 8, 9, dan 10) yang menguraikan laporan keuangan yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan No. 6.
6.      Beberapa rekomendasi khusus untuk laporan keuangan yang dibuat agar dapat memenuhi tujuan-tujuan sebelumnya (No. 7, 8, 9, dan 10).
Selanjutnya akan dibahas tentang masing-masing tujuan:
No. 1: Tujuan dasar dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang menjadi dasar dari keputusan-keputusan ekonomi.
Tujuan pertama secara jelas dan langsung menghubungkan akuntansi dengan pengambilan keputusan.
No. 2: tujuan dari laporan keuangan terutama untuk melayani para pengguna yang memiliki wewenang, kemampuan atau sumber yang terbatas untuk memperoleh informasi dan yang mengandalkan laporan keuangan sebagai sumber utama informasi mereka mengenai aktivitas perusahaan.
Tujuan No.2 sepertinya mengacu kepada pembaca utama dalam laporan keuangan. Pembaca ini terdiri atas mereka memiliki akses terbatas kepada informasi dan karenanya harus mengandalkan diri pada laporan akuntansi.
No. 3: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat kepada para investor dan kreditor dalam meramalkan, membandingkan dan mengevaluasi potensi arus kas yang mereka terima jika dilihat dari segi jumlah, waktu dan ketidakpastian yang terkait.
Tujuan No.3 menunjukkan dua pengguna penting: investor dan kreditor.
No. 4: Tujuan dari laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada para pengguna yang dapat digunakan untuk meramalkan, membandingkan, dan mengevaluasi kekuatan menghasilkan suatu perusahaan.
Tujuan keempat ini memberikan hasil yang berlaku untuk seluruh pengguna.
No. 5: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memasok informasi yang berguna dalam menilai kemampuan dalam menilai kemampuan manajemen dalam menggunakan sumber daya perusahaan secara efektif guna mencapai sasaran utama perusahaan.
Setelah arus kas dan kekuatan menghasilkan, yang dinyatakan oleh tujuan ketiga dan keempat sebagai informasi yang dibutuhkan, tujuan kelima menambahkan kemampuan manajemen. Artinya data akuntansi dapat digunakan untuk mengevaluasi perilaku ekonomi dari manajemen.
No. 6: Tujuan dari laporan keuangan dari untuk memberikan informasi factual dan interpretatif mengenai transaksi dan peristiwa lainnya yang berguna dalam peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Asumsi-asumsi dasar sehubungan dengan subjek masalah interpretasi, evaluasi, prediksi, atau estimasi sebaiknya diungkapkan.
Tujuan No. 6 memperluas ruang lingkup dari pengukuran akuntansi untuk tidak hanya memperhitungkan informasi yang factual atau objektif, namun juga informasi yang interpretative atau subjektif.
No. 7: Tujuannya adalah untuk memberikan laporan posisi keuangan yang berguna dalam peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Laporan ini hendaknya memberikan informasi ynag berkaitan dengan transaksi-transaksi perusahaan dan peristiwa-peristiwa lain yang menjadi bagian dari siklus penghasilan yang belum selesai. Nilai saat ini juga hendaknya dilaporkan ketika mereka berbeda secara cukup signifikan dengan biaya historis. Aktiva dan kewajiban hendaknya dikelompokkan atau dipisahkan berdasarkan ketidakpastiaan reatif atas jumlah dan waktu dari realisasi atau likuidasi prospektif.
Tujuan No. 7 mengacu kepada suatu konsep neraca atau posisi keuangan.
No. 8: Tujuannya adalah untuk membrikan laporan pendapatn periodic yang berguna bagi peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Hasil akhir dari siklus penghasilan yang telah selesai dan aktivitas perusahaan yang mengakibatkan terjadinya kemajuan yang diakui kea rah penyelesaian dari siklus ynag belum selesai hendaknya dilaporkan. Perubahan dalam nilai yang dicerminkan dalam laporan posisi keuangan berikutnya hendaknya juga dilaporkan, namun secara terpisah, karena mereka berbeda jika dilihat dari segi kepastian realisasinya.
Tujuan No. 8 mengacu kepada suatu konsep laporan laba rugi atau laporan penghasilan periodic. Agar siklus penghasilan dapat dinyatakan selesai, ada tiga kondisi yang harus dipenuhi terlebih dahulu:
1.      Adanya realisasi pengorbanan (pengeluaran kas actual atau pengeluaran kas yang tinggi).
2.      Adanya realisasi keuntungan yang berkaitan (penerimaan kas actual atau penerimaan kas dengan probabilitas tinggi).
3.      Tidak ada upaya substantive lain terkait yang harus dilakukan.
No. 9: tujuannya adalah untuk memberikan laporan aktivitas keuangan yang berguna bagi peramalan, pembandingan dan pengevauasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Laporan ini terutama melaporkan aspek factual dari transaksi yang dijalankan perusahaan yang memiliki atau diharapkan memiliki konsekuensi kas yang signifikan. Laporan ini hendaknya melaporkan data yang membutuhkan pertimbangan minimal dan interpretasi dari pembuat laporan.
Laporan ini mengacu kepada laporan konsep dana atau laporan aktivitas keuangan.
No. 10: Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi proses peramalan. Peramalan keuangan hendaknya diberikan ketika mereka akan meningkatkan keandalan dari prediksi-prediksi pengguna.
Tujuan ini menekankan pada pentingnya prediksi dan peramalan pada proses pengambilan keputusan ekonomi. Penerbitan peramalan secara eksplisit dari aktivitas-aktivitas perusahaan dianggap sebagai tujuan laporan keuangan yang penting.
No. 11: Tujuan dari laporan keuangan bagi organisasi pemerintahan dan nirlaba adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi evaluasi efektivitas manajemen sumberdaya dalam mencapai sasaran organisasi yang secara umum bersifat nonmoneter. Pengukuran-pengukuran kinerja hendaknya dinyatakan sesuai dengan sasaran organisasi nirlaba.
Perluasan tujuan No. 11 terhadap ruang lingkup akuntansi keuangan kearah pengukuran kinerja dan pencapaian sasaran dari organisasi pemerintah dan nirlaba adalah suatu hal yang agak sulit untuk dilaksanakan dan karena sasaran dari organisasi tersebut terutama bersifat nonmoneter, pengukuran kinerja hendaknya diukur sesuai dengan sasaran dari organisasi nirlaba.
No. 12: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk melaporkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang mempengaruhi masyarakat yang dapat ditentukan dan diuraikan atau dapat diukur dan menjadi suatu hal yang penting bagi perusahaan dalam lingkungan sosialnya.
Tujuan No. 12 menambahkan dimensi sosioekonomi ke dalam ruang lingkup akuntansi keuangan. Tujuan ini mengakui adanya kemungkinan interaksi antara sasaran pribadi dari perusahaan dengan sasaran sosialnya.
§  Karakteristik kualitatif pelaporan
Untuk memenuhi kebuthan-kebutuhan pengguna, informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus memiliki karakteristik tertentu. “Laporan Trueblood” menyebutkan tujuh karakteristik kualitatif dari pelaporan:
1.      Relevansi dan materialitas
2.      Bentuk dan substansi
3.      Keandalan
4.      Kebebasan dari bias
5.      Komparabilitas
6.      Konsistensi
7.      Dapat dimengerti
2.3 Menuju ke Arah Kerangka Konseptual
2.3.1 Hakikat kerangka konseptual
Kerangka konseptual dimaksudkan untuk bertindak sebagai suatu konstitusi dalam proses penetapan standar. Tujuannya adalah untuk memberikan pedoman dalam penyelesaian perselisihan yang timbul selama proses penetapan standar dengan cara mempersempit pertanyaan menjadi apakah standar yang spesifik tersebut telah sesuai dengan kerangka konseptualnya. Bahkan FASB telah menunjukkan empat keuntungan spesifik yang dapat diperoleh dari kerangka konseptual. Sebuah kerangka konseptual, ketika telah selesai dibuat, akan:
a)      Memandu FASB dalam membuat standar akuntansi
b)      Menjadi kerangka acuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan akuntansi yang tidak memiliki standar resmi yang spesifik
c)      Menentukan batasan pertimbnagan dalam membuat laporan keuangan
d)     Meningkatkan komparabilitas dengan menurunkan jumlah metode akuntansi alternative yang tersedia
2.3.2 Masalah-masalah dalam kerangka konseptual
Sebelum memulai usaha yang efektif dalam kerangka konseptual, FASB telah mencoba untuk menunjukkan masalah-masalah konseptual terpenting yang berkaitan dengan penetapan standar. Ada sembilan masalah yang disajikan untuk didiskusikan dan diselesaikan.
*      Masalah 1: Pandangan mengenai laba atau penghasilan mana yang harus digunakan?
Ada tiga pandangan berbeda yang diidentifikasikan dalam penentuan laba atau penghasilan (earnings):
1.      Pandangan aktiva/ kewajiban, atau yang disebut juga pandangan neraca atau pandangan pemeliharaan modal, berpendapat bahwa pendapatan dan beban hanya berasal dari perubahan dalam aktiva dan kewajiban.
2.      Pandangan pendapatan/ beban, yang disebut juga pandangan laba rugi atau pendangan penandingan, berpendapat bahwa adanya pendapatan dan beban dihasilkan oleh adanya kebutuhan akan penandingan ynag tepat.
3.      Pandangan nonartikulasi didasarkan atas adanya kepercayaan bahwa artikulasi akan diikuti oleh redundansi, karena seluruh peristiwa yang dilaporkan laba rugi juga dilaporkan di neraca, meskipun dari sudut pandang yang berbeda.
*      Masalah 2-7: Definisi
1.      Elemen pertama yang harus didefinisikan adalah “aktiva.”
v  Menurut pandangan aktiva/kewajiban, aktiva adalah sumberdaya ekonomi dari sebuah perusahaan, mereka mencerminkan keuntungan-keuntungan di masa depan yang diharapkan menimbulkan arus kas masuk bersih secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan atas pandangan aktiva/kewajiban, aktiva dibatasi hanya untuk merepresentasikan sumberdaya ekonomi dari perusahaan. Sumber daya ekonomi perusahaan itu sendiri adalah:
a)      Sumber daya produkstif perusahaan
b)      Hak-hak kontraktual untuk sumber daya produktif
c)      Produk
d)     Uang
e)      Klaim untuk menerima uang
f)       Kepemilikan saham di prusahaan lain
v  Menurut pandangan pendapatan/beban, aktiva tidak hanya meliputi aktiva yang didefinisikan oleh sudut pandang aktiva/kewajiban, tetapi juga hal-hal yang tidak mencerminkan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan yang benar dan penentuan laba.
v  Pandangan ketiga atas aktiva muncul dari persepsi neraca sebagai bukan bagian dari laporan posisi keuangan, tetapi sebagai bagian dari laporan sumber dan komposisi modal perusahaan.
2.      Elemen kedua yang harus didefinisikan adalah”kewajiban.”
v  Menurut pandangan aktiva/kewajiban, kewajiban adalah keharusan perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi kepada entitas lain di masa depan.
v  Menurut pandangan pendapatan/ beban, kewajiban tidak hanya terdiri atas kewajiban seperti yang didefinisikan oleh sudut pandang aktiva/ kewajiban namun juga kredit-kredit yang ditangguhkan dan cadangan tertentu ynag tidak mencerminkan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi namun dibutuhkan untuk prinsip penandingan yang benar dan penentuan laba.
v  Pandangan ketiga tentang kewajiban yang timbul dari persepsi neraca sebagai laporan sumber dan komposisi modal perusahaan. Menurut pandangan ini, kewajiban terdiri atas sumber modal dan meliputi kredit ynag ditangguhkan serta cadangan tertentu yang tidak mencerminkan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.
3.      Elemen ketiga yang akan didefinisikan adalah “penghasilan.”
v  Menurut pandangan kativa/ kewajiban, penghasilan adalah peningkatan dari aktiva bersih perusahaan diluar beban-beban modal.
v  Menurut pandangan pendapatan/ beban, penghasilan diperoleh dari penandingan antara pendapatan dan keuntungan serta dari keuntungan dan kerugian.
*      Masalah 8: Konsep pemeliharaan modal atau pengembalian biaya mana yang harus digunakan?
Terdapat dua konsep pemeliharaan modal: konsep modal keuangan dan konsep modal fisik. Kedua konsep tersebut menggunakan pengukuran dalam satuan uang atau satuan daya beli umum yang sama, yang mengakibatkan munculnya empat kemungkinan konsep pemeliharaan modal.
a)      Modal keuangan yang diukur dalam satuan uang
b)      Modal keuangan yang diukur menurut daya beli umum yang sama
c)      Modal keuangan yang diukur menurut unit uang
d)     Modal keuangan yang diukur menurut unit daya beli umum yang sama
*      Masalah 9: Metode pengukuran mana yang harus digunakan?
Masalah mengenai metode pengukuran akan berkaitan dengan penentuan baik dari unit pengukuran maupun atribut yang hendak diukur. Sepanjang kepentingan dari unit pengukuran, pilihannya adalah antara jumlah dolar actual dan dolar yang telah disesuaikan dengan daya beli umum. Sedangkan sepanjang kepentingan dari atribut tertentu ynag hendak diukur, ada lima pilihan yang tersedia:
a)      Metode biaya historis
b)      Biaya saat ini
c)      Nilai jual saat ini
d)     Nilai jual yang diharapkan
e)      Nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan
2.3.3 Perkembangan dari sebuah kerangka konseptual
Pada tingkat pertama, tujuan menunjukkan sasaran dan maksud dari akuntansi.
Ditingkat yang kedua, hal-hal fundamental meliputi dari informasi akuntansi dan definisi dari elemen-elemen dalam laporan keuangan. Secara ringkas, lima Statement of Financial Accounting Concepts yang dikeluarkan dan berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk perusahaan bisnis adalah:
1)      SFAC No.1, ”Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises,” yang menyajikan sasaran dan maksud dari akuntansi.
2)      SFAC No. 2, ”Qualitative Characteristics of Accounting Information,’’ yang melihat karakteristik-karakteristik yang membuat informasi akuntansi berguna.
3)      SFAC No. 3, “Elements of Financial Statements of Business Enterprises,” yang memberikan definisi mengenai elemen-elemen dalam laporan keuangan, seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban.
4)      SFAC No. 5, “Recognition and Measurement in Financial Statements of Business Enterprises, “ yang menetapkan pengakuan dan criteria pengukuran fundamental serta pedoman mengenai bagaimana informasi sebaiknya secara formal dicantumkan dalam laporan keuangan.
5)      SFAC No. 6, “Elements of Financial Statements,”yang menggantikan SFAC No. 3 dan memperluas ruang lingkupnya untuk ikut mencakup organisasi-organisasi nirlaba.
6)      SFAC No. 7, “Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurements,”memberikan sebuah kernagka untuk menggunakan arus kas dan menyajikan nilai-nilai sebagai basis pengukuran.
Pada tingkat ketiga, pedoman operasional yang dipergunakan oleh akuntan dalam menentukan dan menerapkan standar akuntansi meliputi criteria pengakuan, laporan keuangan versus pelaporan keuangan dan pengukuran.
Pada tingkat keempat, mekanisme penyajian yang digunakan oleh akuntansi untuk menyampaikan informasi akuntansi meliputi pelaporan penghasilan, pelaporan arus dana dan likuiditas, dan pelaporan posisi keuangan.
2.3.4 Tujuan pelaporan keuangan
*      Tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis
Focus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi mengenai pemghasilan dan komponen-komponennya. Informasi mengenai penghasilan perusahaan didasarkan atas akuntansi actual umumnya akan memberikan indikasi yang lebih baik akan kemampuan saat ini dan berkelanjutan dari perusahaan untuk menghasilkan arus kas yang diinginkan. Jika dibandingkan dengan informasi ynag terbatas hanya pada dampak keuangan dari penerimaan dan pembayaran kas.
Laporan keuangan diharapkan memberikan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan selama suatu periode dan bagaimana manajemen dari sebuah perusahaan menggunakan tanggung jawab pengurusannya kepada pemilik.
*      Tujuan pelaporan keuangan oleh organisasi-organisasi non bisnis
Tujuan pelaporan keuangan oleh organisasi-organisasi non bisnis
Organisasi non bisnis berbeda dari organisasi bisnis dilihat dari dua hal. Organisasi non bisnis:
  1. Tidak memiliki indikator kinerja yang dapat dibandingkan dengan laba pada perusahaan bisnis
  2. Pada umumnya tidak menjadi subjek ujuan dari kompetisi dalam pasar
Tiga karakteristik utama yang membedakan organisasi-organisasi non bisnis adalah:
  • Sejumlah besar sumber daya diterima dari penyedia sumber daya, yang tidak mengaharpakan untuk menerima pembayaran kembali ataupun keuntungan ekonomi yang proporsional terhadap sumber daya yang telah mereka berikan.
  • Operasi bisnisnya terutama bergerak untuk tujuan-tujuan selain penyediaan brang atau jasa yang mendapatkan laba atau ekuivalen laba
  • Tidak ada saham kepemilika yang pasti yang dapat dijual, dialihkan, atau ditebus, atau yang menjadi hak atas bagian dari distribusi nilai sisa dari sumber daya pada saat organisasi dilikuidasi
Atas dasar definisi ini, draft eksporsur FASB mengenai “objectivitas of financial reporting by non business organizations” yang diterbitkan pada tanggal 15 september 1980, contoh-contoh perusahaan non bisnis yaitu organisasi pribadi, nirlaba dan filantropis seperti perguruan tinggi dan universitas, rumah sakit, gereja, yayasan, dan lain-lain.
Terdapat empat kelompok yang khususnya berkepentingan dengan informasi yang disajikan oleh pelaporan keuangan oleh organisasi nonbisnis.
  1. Penyedia sumber daya: peminjaman, pemasok, karyawan, pembayar pajak, anggota dan kontributor,
  2. Elemen penyusun yang menggunakan dan memperoleh keuntungan dari jasa-jasa yang diberikan oleh organisasi
  3. Badan-badan penyelenggara dan pengawas yang bertanggung jawab untuk membuat kebijakan dan mengawasi serta menilai para manajer dari organisasi non bisnis
  4. Manajer dan organisasi-organisasi nonbisnis
Untuk memenuhi kebutuhan informasi dari pengguna-pengguna diats, FASB mengeluarkan draft eksporsur yang memberikan tujuan-tujuan berikut:
-          Informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya
-          Informasi yang bermanfaat dalam menilai jasa dan kemampuan untuk memberikan jasa
-          Informasi yang bermanfaat dalam menilai kepengurusan dan kinerja manajemen
-          Informasi mengenai sumberdaya ekonomi, kewajiban, sumber daya bersih, dan pembebanan-pembebanannya
-          Kinerja operasional
-          Likuiditas
-          Penjelasan dan intrepetasinya manajer

6.3.5 Konsep – Konsep fundamental
                Konsep-konsep fundamental meliputi baik karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi maupun definisi dari elemen-elemennlaporan keuangan.
  1. Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi
FASB mengeluarkan statemen of financial accounting concepts no.2 yang memberikan kriteria untuk melakukan pemilihan diantara:
1.       Metode akuntansi dan pelporan alternatif
2.       Persyaratan pengungkapan
Konsep mengenai pertimbangan biaya-manfaat dan materialitas juga diakui, sebagai suatu batasan dan ambang batas dari pengakuan. Setiap karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi ini akan kita lihat lebih lanjut.
1.       Relevansi
Kemampuan informasi untuk mempengaruhi keputusan manajer dengan mengubah atau menginformasikan ekspektasi mereka atas hasil atau konsekuensi dari tindakan atau peristiwa. Informasi harus memiliki nilai prediktif dan nilai umpan balik dan sekaligus pada saat yang sama harus disampaikan pada waktu yang tepat.
2.       Keandalan
Kualitas yang memungkinakn pengguna agar dengan yakin mengandalkan sebagai pencerminan dari apa yang dimaksud untuk disajikan
3.       Kualitas sekunder
Komparabilitas dan konsistensi adalah kualitas kedua yang diusulkan oleh statemen of financial accounting concept. Komparabilitas dijabarkan sebagai penggunaan metode yang sama dalam suatu waktu
4.       Pertimbangan biaya-manfaat
5.       materialitas
  1. Elemen-elemen dasar laporan keuangan dari perusahaan bisnis
Statemen of financial accounting concept no. 3 elemens of financial statements of business enterprise, mendefinisikan sepuluh elemen yang saling berkaitan yang secara langsung berhubungan dengan pengukuran kinerja dan status perusahaan. elemen-elemen tesebut yaitu :
-          Aktiva
Kemungkinan manfaat ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa di masa lalu.
-          Kewajiban
Kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi di masa depan yang timbul dari uatang saat ini suatu entitas mengalihkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain dimasa depan sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa dimasa lalu
-          Ekuitas
Kepentingan residual dari aktiva dari suatu entitas yang tersisa setelah mengurangi dengan kewajiban.
-          Investasi oleh pemilik
Peningkatan aktiva bersih dari perusahaan yang diakibatkan dari pengalihan sesuatu yang bernilai kepada perusahaan dari entitas lain untuk mendapatkan atau meningkatkan kepemilikan (atau ekuitas) dari perusahaan.
-          Distribusi kepada pemilik
Penurunan aktiva bersih dari perusahaan yang diakibatkan oleh pengalihan aktiva, pemberian jasa, atau timbulnya kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada pemilik menurunkan kepemiikan dalam perusahaan.
-          Laba komprehensif
Perubahan ekuitas perusahaan selama periode tertentu yang diakibatkan dari transaksi dan peristiwa serta kejadian-kejadian lain dari sumber nonpemilik. Laba komprehensif mencakup semua perubahan yang ditimbulkan oleh investasi pemilik dan distribusi kepada pemilik.
-          Pendapatan
Arus masuk atau peningkatan lain dari aktiva sebuah entitas atau pelunasan kewajiban suatu entitas (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode tertentu yang dihasilkan oleh penyampaian atau produksi barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang menjadi bagian dari operasi-operasi pusat utama entutas yang sedang berjalan.
-          Beban
Arus keluar tau pengunaan lain dari aktiva sebuah entitas atau timbulnya kewajiban sebuah entitas selama satu periode tertentu yang dihasilkan oleh penyampaian atau produksi barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang menjadi bagian dari operasi-operasi pusat atau utama entitas yang sedang berjalan
-          Keuntungan
Penigkatan ekuitas yang berasal dari transaksi entitas yang insidental atau sampingan dan dari semua transaksi dan peristiwa serta kejadian lainnya yang mempengaruhi entitas selama periode tertentu kecuali yang timbul dari pendapatan atau investasi pemilik
-          Kerugian
Penurunan ekuitas dari transaksi entitas yang insidental atau sampingan dan dari semua transaksi dan peristiwa serta kejadian lainnya yang mempengaruhi entitas selam periode tertentu kecuali yang timbul dari beban atau diditribusi kepada pemilik.
Definisi-definisi di atas memberikan metode penyaringan pertama yang signifikan dalam menentukan isi dari laporan keuangan. Definisi ini menguraikan karakteristik penting yang harus dipenuhi sebelum peristiwa dan kejadian dapat dianggap sebagai elemen dari laporan keuangan. Ada tiga hal yang layak untuk dicatat:
  1. Konsep laba komprehensif adalah lebih inklusif daripada konsep laba akuntansi tradisional.
  2. Definisi dari aktiva, kewajiban, dan ekuitas berhubungan dengan jumlah sumber daya dan klaim atas sumber daya tersebut pada satu titik waktu tertentu, di mana definisi dari pendapatan, beban, keutungan, dan kerugian berhubungan dengan dampak dari transaksi, peristiwa, dan kejadian selama satu periode.
  3. Nilai sari aktiva, kewajiban, dan ekuitas diasumsikan akan berubah sebagai akibat dari pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian, yang menyiratkan “artikulasi”.
6.3.6 PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
                Perbedaan antara penghasilan dengan laba komprehensif. Pada dasarnya, laba komprehensif mengakui dengan dua kelompok hal yang harus dikeluarkan dari penghasilan, yaitu efek dari beberapa penyesuaian akuntansi tertentu di periode awal yang diakui pada periode awal yang diakui pada periode berjalan, dan perubahan-perubahan lain di aktiva bersih (terutama keuntungan dan kerugian tertentu dari penahanan) yang diakui diperiode sekarang tetapi dikeluarkan dari penghasilan. Perubahan pada nilai pada pasar investasi dalam industri yang memiliki praktik-praktik akuntansi khusus untuk surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan, dan penyesuaian akibat translasi mata uang asing.
Kreiteria pengakuan meliputi:
  • Definisi: hal tersebut memenuhi definisi dari sebuah elemen laporan
  • Dapat diukur: hal ini memiliki atribut yang relevan dan dapat diukur dengan cukup andal
  • Relevansi : informasi yang berkenaan mampu membeuat perbedaan pada keputusan para penggunanya
  • Keandalan: informasi tersebut representasional, tepat, dapat diverifikasi dan netral
Dalam kaitannya dengan pengukuran, laporan melihat lima atribut yang berbeda dari aktiva dan kewajiban yang disajikan dalam memorandum diskusi, yaitu:
  1. Biaya historis
  2. Biaya penggatian saat ini
  3. Nilai pasar saat ini
  4. Nilai bersih yang dapat direalisasikan (penggatian)
  5. Nilai arus kas masa depan saat ini (atau diskonto)

6.4 LAPORAN-LAPORAN LAIN
6.4.1 Laporan perushaan
            Seberapa jauh laporan tersebut memenuhi sasaran yang dinyatakannya akan dibuktikan oleh temuan-temuan utama dan rekomendasinya.
  1. Filosofi dasar dan titik awal dari the corporate report adalah bahwa laporan keuangan hendaknya sesuai dengan ekspektasinya penggunaannya oleh para pengguna potensial. Dengan kata lain, laporan keuangan hendaknya mencoba untuk memenuhi kebutuhan informasi dari penggunanya.
  2. Laporan tersebut memberikan tanggung jawab untuk melakukan pelaporan kepada “entitas ekonomi” yang memiliki dampak pada masyarakat melalui aktivitas-aktivitasnya.
  3. Laporan tersebut mendifinisakn para pengguna sebagai pihak yang memiliki hak wajar atas informasi dimana kebutuhan akan informasi tersebut hendaknya disadari oleh laporan-laporan perusahaan
  4. Untuk memenuhi tujuan fundamental dari laporan tahunan yang ditetapkan oleh filosofi dasar, disebutkan tujuan karakteristik yang diharapkan yakni, bahwa laporan perusahaan tersebut harus relevan, dapat dimengerti, dapat diandalkan, lengkap, objektif, tepat waktu, dan dapat diperbandingkan.
  5. Setelah mendokumentasikan keterbatasan praktik-praktik pelaporan yang ada saat in, maka diusulkan perlunya laporan-laporan tambahan berikut ini:
·         Laporan nilai tambah, yang menunjukkan bagaimana keuntungan yang diperoleh dari usaha perusahaan dibagi diantara para karyawannya, penyandang model, negara dan investasi kembali.
·         Laporan ketenagakerjaan, yang menunjukkan jumlah dan komposisi dari tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan, kontribusi pekerjaan dari pada karyawan dan manfaat-manfaat yang diterima.
·         Laporan pertukaran uang dengan pemerintah, yang menunjukkan hubungan keuangan antara perusahaan dengan negara
·         Laporan transaksi dalam mata uang asing, yang menunjukkan kemungkinan laba dimasa depan, tingkat penempatan kerja dan investasi
·         Laporan tujuan perusahaan, yang menunjukkan kebijakan manajemen dan sasaran-sasaran strategis jangka menengah

6.4.2 laporan stamp
                Cica menerbitkan studi riset pada bulan juni 1980 yang berjudul corporate reporting: its future evolution yang ditulis oleh profesor edwar stamp dan selanjutnya akan kita rujuk sebagai stamp report. Motivasi utama dibelakang studi ini adalah:
  1. Jika melihat perbedaan lingkungan sejarah, politik, dan hukum antara amerika serikat dan kanada
  2. Kerangka tersebut memberiukan kanada penyesuaian bagi masalah peningkatan mutu standar akuntansi keuangan perusahaan yang dimilikinya.
Masalah yang dihadapi oleh penyusun standart
Laporan stamp dimulai dengan sebuah pemeriksaan atas beberapa masalah yang harus dihadapi oleh para penyusun standart:
ü  Bagaimana kenyataan ekonomi dapat diukur dengan suatu cara yang jelas
ü  Apakah hakikat dari akuntansi mengingat pertanyaan akan bagaimana cara terbaik dalam mengembangkan standart akuntansi tergantung kepadanya
ü  Apakah konsep-konsep yang permanen dan universal yang menjadi dasar dari pelaporan dan akuntansi keuangan
ü  Siapakah penggunanya, jenis keputusan macam apakah yang mungkin mereka buat akibat membaca sebuah laporan tahunan  dan jenis informasi apakah yang mereka cari dalam laporan tersebut sebagai dasar keputusannya
ü  Kriteria pakaha yang dibutuhkan oleh penyusun standar, pembuat dan pengguna laporan untuk menilai kualitas dari standar akuntansi, untuk memilih diantara kemungkinan standar alternatif yang ada mengenai subjek apapun dan untuk menilai kegunaan dari laporan akuntansi yang telah diterbitkan
ü  Bagaimana biaya dan manfaat dapat diestimasi dalam menentukan langkah apa yang harus diambil diarea penetapan standar
ü  Dapatkah standar mengatasi konflik kepentingan diantara pembuat dan pengguna dan diantara pengguna-pengguna lain yang bebeda dengan memiliki netralitas
Permasalahan konseptual dalam penetapan standar
Sebagai tambahan dari masalah yang baru saja kita uraikan, stamp juga menunjukkan beberapa permaalahan konseptual yang rumit dan harus dihadapi oleh para akuntan
*      Masalah alokasi
*      Masalah laba
*      Fokus pelaporan
*      Konsep pemeliharaan modal
*      Dasar voluasi aktiva
*      Kenyataan ekonomi
Tujuan pelaporan keuangan
Salah satu tujjjan dari penerbitan laporan keuangan perusahaan adalah untuk menyediakan akuntansi melalui fungsi=fungsi pengurusan manajemen, dan juga keberhasilan ataupun dalam mencapai sasaran untuk menghasilkan kinerja ekonomi perusahaan yang memuaskan dan menjaganya dalam posisi keuangan yang sehat dan kuat. Sigkatnya tujuan laporan keuangan adalah sebagai penyedia informasi yang berguna bagi seluruh potensi peengguna dari informasi tersebut dalam kerangka waktu yanag relevan terhadap berbagai macam kebutuhan.


PARA PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN
  1. Pemegang saham
  2. Kreditor jangka panjang
  3. Kreditor jangka pendek
  4. Analisis dan penasehat yang melayani pihak-pihak diatas
  5. Para karyawan
  6. Para direktur noneksekutif
  7. Para pelanggan
  8. Pemasok
  9. Kelompok-kelompok industri
  10. Serikat pekerja
  11. Departemen dan kemetrian pemerintahan
  12. Publik
  13. Badan-badan regulatoris
  14. Perusahaan-perusahaan lain, baik domestik dan asing
  15. Para penyusun standar dan riset-riset akademis

KEBUTUHAN PENGGUNA
*      Penilai kinerja
*      Penilaian kualitas manajemen
*      Pengestimasian prospek-prospek dimasa depan
*      Penilaian kekuatan dan kemapuan keuangan
*      Penilaian solvabilitas
*      Penilaian likuiditas
*      Penilaian resiko dan ketidakpastian
*      Membantu alokasi sumberdaya
*      Melakukan perbandingan
*      Mengambil keputusan-keputusan mengenai valuasi
*      Menilai kemampuan beradaptasi
*      Menentukan tingkat kepatuhan dengan hukum dan peraturan
*      Penilaian kontribusi kepada masyarakat

KRITERIA UNTUK MENILAI KUALITAS DARI STANDAR DAN AKUNTABILITAS DARI PERUSAHAAN
Langkah berikutnya adalah mendefinisikan kriteria untuk penilaian yang merupakan alat ukur dimana penyususn standar, sekaligus para pembuat dan pengunaan dari laporan keuangan yang telah diterbitkan.
6.5 TAKSONOMI KARAKTERISTIK NORMATIF YANG HARUS DICERMINKAN OLEH PERNYATAAN-PERNYATAAN AKUNTANSI
COLLIN, dkk mengusulka suatu model ekonomi umum yang sangat baik mengenai karakteristik normatif yang diinginkan dan terdiri atas tiga kategori
a)      Karakteristik formasional
Yang berhubungan dengan perkembangan pernyataan dan dengan penilaian selanjutnya mengenai kegunaan yang diberikan.
b)      Karakteristik operasional
Yang berhubungan dengan mengimplementasikan dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh pernyataan

c)       Karakteristik informasional
Yang berhubungan dengan kemampuan untuk mengahsilkan data yang berguna dalam pengambilan keputusan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar