BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Klasifikasi dan Konflik Kepentingan
Perumusan
tujuan akuntansi tergantung pada penyelesaian konflik kepentingan yang terdapat
di pasar informasi. Atau lebih spesifik lagi, laporan keuangan yang dihasilkan
oleh interaksi tiga kelompok:
1) Perusahaan
(firm) membentuk kelompok utama yang
terlibat dalam proses akuntansi. Aktivitas-aktivitas operasional, keuangan, dan
luar biasa yang mereka lakukan menjadi justifikasi dari pembuatan laporan
keuangan.
2) Pengguna
membentuk kelompok kedua. Pembuatan informasi akuntansi dipengaruhi oleh
kepentingan dan kebutuhan pengguna.
3) Profesi
akuntansi membentuk kelompok ketiga yang dapat memengaruhi informasi yang akan
dimasukkan ke dalam laporan keuangan.
Melihat
konflik-konflik ini, terdapat tiga kemungkinan pendekatan dalam perumusan
tujuan akuntansi. Pendekatan pertama melihat kumpulan informasi yang siap
diungkapkan oleh perusahaan dan mencoba untuk menemukan cara terbaik untuk
mengukur dan memverifikasinya. Pendekatan kedua melihat informasi yang dapat
diukur dan diverifikasi oleh profesi dan mencoba untuk mengakomodasi para
pengguna dan perusahaan melalui berbagai pilihan-pilihan akuntansi. Pendekatan
ketiga memandang kumpulan informasi yang dianggap relevan oleh para pengguna
sebagai sesuatu hal yang penting serta mendorong profesi dan perusahaan untuk
membuat dan memverifikasi informasi tersebut. Sederhananya, pendekatan pertama
berorientasi kepada perusahaan, pendekatan kedua berorientasi kepada profesi
dan pendekatan ketiga berorientasi kepada pengguna.
2.2
Menuju ke Arah Perumusan Tujuan Laporan Keuangan
2.2.1
Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement No.4
Bab
4 dari APB Statement No.4 mengklasifikasikan tujuan menjadi tujuan khusus,
tujuan umum dan tujuan kualitatif serta menempatkan mereka di bawah suatu
kumpulan pembatasan. Tujuan-tujuan tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
1) Tujuan
khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan, hasil operasi,
dan perubahan-perubahan lainnya dalam posisi keuangan.
2) Tujuan
umum dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a. Untuk
memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai sumberdaya ekonomi dan
kewajiban dari perusahaan bisnis.
b. Untuk
memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai perubahan dalam sumber daya
bersih dari aktivitas perubahan bisnis yang diarahkan untuk memperoleh laba.
c. Untuk
memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mengestimasi potensi
penghasilan bagi perusahaan.
d. Untuk
memberikan informasi lain yang dibutuhkan mengenai perubahan dalam sumberdaya
ekonomi dan kewajiban.
e. Untuk
mengungkapkan informasi lain yang relevan terhadap kebutuhan pengguna laporan.
3) Tujuan
kualitatif dari akuntansi keuangan adalah sebagai berikut:
a. Relevansi,
yang artinya pemilihan informasi yang memiliki kemungkinan paling besar untuk
memberikan bantuan kepada para pengguna dalam keputusan ekonomi mereka.
b. Dapat
dimengerti, yang artinya tidak hanya informasi tersebut harus jelas, tetapi
para pengguna juga harus dapat memahaminya.
c. Dapat
diverifikasi, yang artinya hasil akuntansi dapat didukung oleh
pengukuran-pengukuran yang independen, dengan menggunakan metode pengukuran
yang sama.
d. Netralitas,
yang artinya informasi akuntansi ditujukan kepada kebutuhan umum dari pengguna,
bukannya kebutuhan-kebutuhan tertentu dari pengguna-pengguna yang spesifik.
e. Ketepatan
waktu, yang artinya komunikasi informasi secara lebih awal, untuk menghindari
adanya kelambatan atau penundaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
f. Komparabilitas,
yang secara tidak langsung berarti perbedaan-perbedaan yang terjadi seharusnya
bukan diakibatkan oleh perbedaan perlakuan akuntansi keuangan yang diterapkan.
g. Kelengkapan,
yang artinya adalah telah dilaporkannya seluruh informasi yang secara wajar
memenuhi persyaratan dari tujuan kualitatif yang lain.
2.2.2
Laporan kelompok studi mengenai tujuan laporan keuangan
§ Metodologi
yang digunakan
Sebagai
respon terhadap kritik atas pelaporan keuangan perusahaan dan kenyataan bahwa
semakin mendesaknya kebutuhan dari sebuah kerangka konseptual akuntansi, Dewan
Direksi dari American Institute of
Certified Public Accountant mengumumkan dibentuknya dua kelompok studi pada
bulan April 1971. Kelompok studi untuk pembuatan prinsip-prinsip akuntansi yang
dikenal sebagai “Komite Wheat” ini, diberi tugas memperbaiki dan meningkatkan
proses penetapan standar. Laporan yang dihasilkan oleh komite ini mencetuskan
dibentuknya Financial Accounting
Standards Board (FASB). Kelompok studi kedua, yang dikenal sebagai “Komite
Trueblood” ditugaskan untuk mengembangkan tujuan laporan, yaitu dengan
menentukan:
1. Siapa
yang membutuhkan laporan keuangan
2. Informasi
apa yang mereka butuhkan
3. Seberapa
banyak dari informasi yang dibutuhkan itu dapat diberikan oleh akuntansi
4. Kerangka
apa yang dibutuhkan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan tersebut.
Berdasarkan atas data empiris dan konseptual yang
dikumpulkan, kelompok studi ini mengeluarkan dua laporan. Laporan yang pertama
dan lebih penting adalah Report of the
Study Group on the Objectives of Financial Statements yang memuat
kesimpulan-kesimpulan principal dan pernyataan tujuan laporan keuangan. Laporan
yang kedua memuat beberapa pilihan artikel oleh tim penasihat yang
dipertimbangkan oleh kelompok studi ketika membuat kesimpulan dan tujuan dari
laporan pertama.
§ Tujuan
laporan keuangan seperti yang dinyatakan dalam “laporan trueblood”
Enam
tingkatan tujuan berikut ini diambil dari “Laporan Trueblood”:
1. Tujuan
dasar (No.1)
2. Empat
tujuan (No. 2, 3, 11, dan 12) yang menyebutkan pengguna dan kegunaan yang
berbeda-beda dari informasi akuntansi.
3. Dua
tujuan (No. 4 dan 5) yang menyebutkan kekuatan menghasilkan (earning power)
perusahaan dan kemampuan manajemen (akuntabilitas) sebagai jenis informasi yang
dibutuhkan.
4. Satu
tujuan (No. 6) yang menyebutkan sifat dari informasi yang dibutuhkan sebagai
factual dan interpretative.
5. Empat
tujuan (No. 7, 8, 9, dan 10) yang menguraikan laporan keuangan yang dibutuhkan
untuk memenuhi tujuan No. 6.
6. Beberapa
rekomendasi khusus untuk laporan keuangan yang dibuat agar dapat memenuhi
tujuan-tujuan sebelumnya (No. 7, 8, 9, dan 10).
Selanjutnya akan dibahas tentang masing-masing
tujuan:
No. 1: Tujuan dasar dari laporan keuangan adalah
untuk memberikan informasi yang menjadi dasar dari keputusan-keputusan ekonomi.
Tujuan pertama secara jelas dan langsung
menghubungkan akuntansi dengan pengambilan keputusan.
No. 2: tujuan dari laporan keuangan terutama untuk
melayani para pengguna yang memiliki wewenang, kemampuan atau sumber yang
terbatas untuk memperoleh informasi dan yang mengandalkan laporan keuangan
sebagai sumber utama informasi mereka mengenai aktivitas perusahaan.
Tujuan No.2 sepertinya mengacu kepada pembaca utama
dalam laporan keuangan. Pembaca ini terdiri atas mereka memiliki akses terbatas
kepada informasi dan karenanya harus mengandalkan diri pada laporan akuntansi.
No. 3: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk
menyajikan informasi yang bermanfaat kepada para investor dan kreditor dalam
meramalkan, membandingkan dan mengevaluasi potensi arus kas yang mereka terima
jika dilihat dari segi jumlah, waktu dan ketidakpastian yang terkait.
Tujuan No.3 menunjukkan dua pengguna penting:
investor dan kreditor.
No. 4: Tujuan dari laporan keuangan adalah
memberikan informasi kepada para pengguna yang dapat digunakan untuk
meramalkan, membandingkan, dan mengevaluasi kekuatan menghasilkan suatu
perusahaan.
Tujuan keempat ini memberikan hasil yang berlaku
untuk seluruh pengguna.
No. 5: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk
memasok informasi yang berguna dalam menilai kemampuan dalam menilai kemampuan
manajemen dalam menggunakan sumber daya perusahaan secara efektif guna mencapai
sasaran utama perusahaan.
Setelah arus kas dan kekuatan menghasilkan, yang
dinyatakan oleh tujuan ketiga dan keempat sebagai informasi yang dibutuhkan,
tujuan kelima menambahkan kemampuan manajemen. Artinya data akuntansi dapat
digunakan untuk mengevaluasi perilaku ekonomi dari manajemen.
No. 6: Tujuan dari laporan keuangan dari untuk
memberikan informasi factual dan interpretatif mengenai transaksi dan peristiwa
lainnya yang berguna dalam peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian kekuatan
menghasilkan perusahaan. Asumsi-asumsi dasar sehubungan dengan subjek masalah
interpretasi, evaluasi, prediksi, atau estimasi sebaiknya diungkapkan.
Tujuan No. 6 memperluas ruang lingkup dari
pengukuran akuntansi untuk tidak hanya memperhitungkan informasi yang factual
atau objektif, namun juga informasi yang interpretative atau subjektif.
No. 7: Tujuannya adalah untuk memberikan laporan
posisi keuangan yang berguna dalam peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian
kekuatan menghasilkan perusahaan. Laporan ini hendaknya memberikan informasi
ynag berkaitan dengan transaksi-transaksi perusahaan dan peristiwa-peristiwa
lain yang menjadi bagian dari siklus penghasilan yang belum selesai. Nilai saat
ini juga hendaknya dilaporkan ketika mereka berbeda secara cukup signifikan
dengan biaya historis. Aktiva dan kewajiban hendaknya dikelompokkan atau
dipisahkan berdasarkan ketidakpastiaan reatif atas jumlah dan waktu dari
realisasi atau likuidasi prospektif.
Tujuan No. 7 mengacu kepada suatu konsep neraca atau
posisi keuangan.
No. 8: Tujuannya adalah untuk membrikan laporan pendapatn
periodic yang berguna bagi peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian kekuatan
menghasilkan perusahaan. Hasil akhir dari siklus penghasilan yang telah selesai
dan aktivitas perusahaan yang mengakibatkan terjadinya kemajuan yang diakui kea
rah penyelesaian dari siklus ynag belum selesai hendaknya dilaporkan. Perubahan
dalam nilai yang dicerminkan dalam laporan posisi keuangan berikutnya hendaknya
juga dilaporkan, namun secara terpisah, karena mereka berbeda jika dilihat dari
segi kepastian realisasinya.
Tujuan No. 8 mengacu kepada suatu konsep laporan
laba rugi atau laporan penghasilan periodic. Agar siklus penghasilan dapat
dinyatakan selesai, ada tiga kondisi yang harus dipenuhi terlebih dahulu:
1. Adanya
realisasi pengorbanan (pengeluaran kas actual atau pengeluaran kas yang
tinggi).
2. Adanya
realisasi keuntungan yang berkaitan (penerimaan kas actual atau penerimaan kas
dengan probabilitas tinggi).
3. Tidak
ada upaya substantive lain terkait yang harus dilakukan.
No. 9: tujuannya adalah untuk memberikan laporan
aktivitas keuangan yang berguna bagi peramalan, pembandingan dan pengevauasian
kekuatan menghasilkan perusahaan. Laporan ini terutama melaporkan aspek factual
dari transaksi yang dijalankan perusahaan yang memiliki atau diharapkan
memiliki konsekuensi kas yang signifikan. Laporan ini hendaknya melaporkan data
yang membutuhkan pertimbangan minimal dan interpretasi dari pembuat laporan.
Laporan ini mengacu kepada laporan konsep dana atau
laporan aktivitas keuangan.
No. 10: Tujuan laporan keuangan adalah untuk
memberikan informasi yang berguna bagi proses peramalan. Peramalan keuangan
hendaknya diberikan ketika mereka akan meningkatkan keandalan dari
prediksi-prediksi pengguna.
Tujuan ini menekankan pada pentingnya prediksi dan
peramalan pada proses pengambilan keputusan ekonomi. Penerbitan peramalan
secara eksplisit dari aktivitas-aktivitas perusahaan dianggap sebagai tujuan
laporan keuangan yang penting.
No. 11: Tujuan dari laporan keuangan bagi organisasi
pemerintahan dan nirlaba adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi
evaluasi efektivitas manajemen sumberdaya dalam mencapai sasaran organisasi
yang secara umum bersifat nonmoneter. Pengukuran-pengukuran kinerja hendaknya
dinyatakan sesuai dengan sasaran organisasi nirlaba.
Perluasan tujuan No. 11 terhadap ruang lingkup
akuntansi keuangan kearah pengukuran kinerja dan pencapaian sasaran dari
organisasi pemerintah dan nirlaba adalah suatu hal yang agak sulit untuk
dilaksanakan dan karena sasaran dari organisasi tersebut terutama bersifat nonmoneter,
pengukuran kinerja hendaknya diukur sesuai dengan sasaran dari organisasi
nirlaba.
No. 12: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk
melaporkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang mempengaruhi masyarakat yang
dapat ditentukan dan diuraikan atau dapat diukur dan menjadi suatu hal yang
penting bagi perusahaan dalam lingkungan sosialnya.
Tujuan No. 12 menambahkan dimensi sosioekonomi ke
dalam ruang lingkup akuntansi keuangan. Tujuan ini mengakui adanya kemungkinan
interaksi antara sasaran pribadi dari perusahaan dengan sasaran sosialnya.
§ Karakteristik
kualitatif pelaporan
Untuk
memenuhi kebuthan-kebutuhan pengguna, informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan harus memiliki karakteristik tertentu. “Laporan Trueblood” menyebutkan
tujuh karakteristik kualitatif dari pelaporan:
1. Relevansi
dan materialitas
2. Bentuk
dan substansi
3. Keandalan
4. Kebebasan
dari bias
5. Komparabilitas
6. Konsistensi
7. Dapat
dimengerti
2.3
Menuju ke Arah Kerangka Konseptual
2.3.1
Hakikat kerangka konseptual
Kerangka
konseptual dimaksudkan untuk bertindak sebagai suatu konstitusi dalam proses
penetapan standar. Tujuannya adalah untuk memberikan pedoman dalam penyelesaian
perselisihan yang timbul selama proses penetapan standar dengan cara mempersempit
pertanyaan menjadi apakah standar yang spesifik tersebut telah sesuai dengan
kerangka konseptualnya. Bahkan FASB telah menunjukkan empat keuntungan spesifik
yang dapat diperoleh dari kerangka konseptual. Sebuah kerangka konseptual,
ketika telah selesai dibuat, akan:
a) Memandu
FASB dalam membuat standar akuntansi
b) Menjadi
kerangka acuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan akuntansi yang tidak
memiliki standar resmi yang spesifik
c) Menentukan
batasan pertimbnagan dalam membuat laporan keuangan
d) Meningkatkan
komparabilitas dengan menurunkan jumlah metode akuntansi alternative yang
tersedia
2.3.2
Masalah-masalah dalam kerangka konseptual
Sebelum
memulai usaha yang efektif dalam kerangka konseptual, FASB telah mencoba untuk
menunjukkan masalah-masalah konseptual terpenting yang berkaitan dengan
penetapan standar. Ada sembilan masalah yang disajikan untuk didiskusikan dan
diselesaikan.
Ada
tiga pandangan berbeda yang diidentifikasikan dalam penentuan laba atau
penghasilan (earnings):
1. Pandangan
aktiva/ kewajiban, atau yang disebut juga pandangan neraca atau pandangan
pemeliharaan modal, berpendapat bahwa pendapatan dan beban hanya berasal dari
perubahan dalam aktiva dan kewajiban.
2. Pandangan
pendapatan/ beban, yang disebut juga pandangan laba rugi atau pendangan
penandingan, berpendapat bahwa adanya pendapatan dan beban dihasilkan oleh
adanya kebutuhan akan penandingan ynag tepat.
3. Pandangan
nonartikulasi didasarkan atas adanya kepercayaan bahwa artikulasi akan diikuti
oleh redundansi, karena seluruh peristiwa yang dilaporkan laba rugi juga
dilaporkan di neraca, meskipun dari sudut pandang yang berbeda.
1. Elemen
pertama yang harus didefinisikan adalah “aktiva.”
v Menurut
pandangan aktiva/kewajiban, aktiva adalah sumberdaya ekonomi dari sebuah
perusahaan, mereka mencerminkan keuntungan-keuntungan di masa depan yang
diharapkan menimbulkan arus kas masuk bersih secara langsung maupun tidak
langsung. Berdasarkan atas pandangan aktiva/kewajiban, aktiva dibatasi hanya
untuk merepresentasikan sumberdaya ekonomi dari perusahaan. Sumber daya ekonomi
perusahaan itu sendiri adalah:
a) Sumber
daya produkstif perusahaan
b) Hak-hak
kontraktual untuk sumber daya produktif
c) Produk
d) Uang
e) Klaim
untuk menerima uang
f) Kepemilikan
saham di prusahaan lain
v Menurut
pandangan pendapatan/beban, aktiva tidak hanya meliputi aktiva yang
didefinisikan oleh sudut pandang aktiva/kewajiban, tetapi juga hal-hal yang
tidak mencerminkan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan yang
benar dan penentuan laba.
v Pandangan
ketiga atas aktiva muncul dari persepsi neraca sebagai bukan bagian dari
laporan posisi keuangan, tetapi sebagai bagian dari laporan sumber dan
komposisi modal perusahaan.
2. Elemen
kedua yang harus didefinisikan adalah”kewajiban.”
v Menurut
pandangan aktiva/kewajiban, kewajiban adalah keharusan perusahaan untuk
mentransfer sumber daya ekonomi kepada entitas lain di masa depan.
v Menurut
pandangan pendapatan/ beban, kewajiban tidak hanya terdiri atas kewajiban
seperti yang didefinisikan oleh sudut pandang aktiva/ kewajiban namun juga
kredit-kredit yang ditangguhkan dan cadangan tertentu ynag tidak mencerminkan
kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi namun dibutuhkan untuk prinsip
penandingan yang benar dan penentuan laba.
v Pandangan
ketiga tentang kewajiban yang timbul dari persepsi neraca sebagai laporan
sumber dan komposisi modal perusahaan. Menurut pandangan ini, kewajiban terdiri
atas sumber modal dan meliputi kredit ynag ditangguhkan serta cadangan tertentu
yang tidak mencerminkan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.
3. Elemen
ketiga yang akan didefinisikan adalah “penghasilan.”
v Menurut
pandangan kativa/ kewajiban, penghasilan adalah peningkatan dari aktiva bersih
perusahaan diluar beban-beban modal.
v Menurut
pandangan pendapatan/ beban, penghasilan diperoleh dari penandingan antara
pendapatan dan keuntungan serta dari keuntungan dan kerugian.
Terdapat
dua konsep pemeliharaan modal: konsep modal keuangan dan konsep modal fisik.
Kedua konsep tersebut menggunakan pengukuran dalam satuan uang atau satuan daya
beli umum yang sama, yang mengakibatkan munculnya empat kemungkinan konsep
pemeliharaan modal.
a) Modal
keuangan yang diukur dalam satuan uang
b) Modal
keuangan yang diukur menurut daya beli umum yang sama
c) Modal
keuangan yang diukur menurut unit uang
d) Modal
keuangan yang diukur menurut unit daya beli umum yang sama
Masalah
mengenai metode pengukuran akan berkaitan dengan penentuan baik dari unit
pengukuran maupun atribut yang hendak diukur. Sepanjang kepentingan dari unit
pengukuran, pilihannya adalah antara jumlah dolar actual dan dolar yang telah
disesuaikan dengan daya beli umum. Sedangkan sepanjang kepentingan dari atribut
tertentu ynag hendak diukur, ada lima pilihan yang tersedia:
a) Metode
biaya historis
b) Biaya
saat ini
c) Nilai
jual saat ini
d) Nilai
jual yang diharapkan
e) Nilai
sekarang dari arus kas yang diharapkan
2.3.3
Perkembangan dari sebuah kerangka konseptual
Pada
tingkat pertama, tujuan menunjukkan sasaran dan maksud dari akuntansi.
Ditingkat
yang kedua, hal-hal fundamental meliputi dari informasi akuntansi dan definisi
dari elemen-elemen dalam laporan keuangan. Secara ringkas, lima Statement of Financial Accounting Concepts yang
dikeluarkan dan berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk perusahaan bisnis
adalah:
1) SFAC
No.1, ”Objectives of Financial Reporting
by Business Enterprises,” yang menyajikan sasaran dan maksud dari
akuntansi.
2) SFAC
No. 2, ”Qualitative Characteristics of
Accounting Information,’’ yang melihat karakteristik-karakteristik yang
membuat informasi akuntansi berguna.
3) SFAC
No. 3, “Elements of Financial Statements
of Business Enterprises,” yang memberikan definisi mengenai elemen-elemen
dalam laporan keuangan, seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban.
4) SFAC
No. 5, “Recognition and Measurement in
Financial Statements of Business Enterprises, “ yang menetapkan pengakuan
dan criteria pengukuran fundamental serta pedoman mengenai bagaimana informasi
sebaiknya secara formal dicantumkan dalam laporan keuangan.
5) SFAC
No. 6, “Elements of Financial
Statements,”yang menggantikan SFAC No. 3 dan memperluas ruang lingkupnya
untuk ikut mencakup organisasi-organisasi nirlaba.
6) SFAC
No. 7, “Using Cash Flow Information and
Present Value in Accounting Measurements,”memberikan sebuah kernagka untuk
menggunakan arus kas dan menyajikan nilai-nilai sebagai basis pengukuran.
Pada
tingkat ketiga, pedoman operasional yang dipergunakan oleh akuntan dalam
menentukan dan menerapkan standar akuntansi meliputi criteria pengakuan,
laporan keuangan versus pelaporan keuangan dan pengukuran.
Pada
tingkat keempat, mekanisme penyajian yang digunakan oleh akuntansi untuk
menyampaikan informasi akuntansi meliputi pelaporan penghasilan, pelaporan arus
dana dan likuiditas, dan pelaporan posisi keuangan.
2.3.4
Tujuan pelaporan keuangan
Focus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi
mengenai pemghasilan dan komponen-komponennya. Informasi mengenai penghasilan
perusahaan didasarkan atas akuntansi actual umumnya akan memberikan indikasi
yang lebih baik akan kemampuan saat ini dan berkelanjutan dari perusahaan untuk
menghasilkan arus kas yang diinginkan. Jika dibandingkan dengan informasi ynag
terbatas hanya pada dampak keuangan dari penerimaan dan pembayaran kas.
Laporan keuangan diharapkan memberikan informasi
mengenai kinerja keuangan perusahaan selama suatu periode dan bagaimana
manajemen dari sebuah perusahaan menggunakan tanggung jawab pengurusannya
kepada pemilik.
Tujuan
pelaporan keuangan oleh organisasi-organisasi non bisnis
Organisasi
non bisnis berbeda dari organisasi bisnis dilihat dari dua hal. Organisasi non
bisnis:
- Tidak memiliki indikator kinerja yang dapat dibandingkan
dengan laba pada perusahaan bisnis
- Pada umumnya tidak menjadi subjek ujuan dari kompetisi
dalam pasar
Tiga
karakteristik utama yang membedakan organisasi-organisasi non bisnis adalah:
- Sejumlah besar sumber daya diterima dari penyedia sumber
daya, yang tidak mengaharpakan untuk menerima pembayaran kembali ataupun
keuntungan ekonomi yang proporsional terhadap sumber daya yang telah
mereka berikan.
- Operasi bisnisnya terutama bergerak untuk tujuan-tujuan
selain penyediaan brang atau jasa yang mendapatkan laba atau ekuivalen
laba
- Tidak ada saham kepemilika yang pasti yang dapat dijual,
dialihkan, atau ditebus, atau yang menjadi hak atas bagian dari distribusi
nilai sisa dari sumber daya pada saat organisasi dilikuidasi
Atas dasar
definisi ini, draft eksporsur FASB mengenai “objectivitas of financial
reporting by non business organizations” yang diterbitkan pada tanggal 15
september 1980, contoh-contoh perusahaan non bisnis yaitu organisasi pribadi,
nirlaba dan filantropis seperti perguruan tinggi dan universitas, rumah sakit,
gereja, yayasan, dan lain-lain.
Terdapat
empat kelompok yang khususnya berkepentingan dengan informasi yang disajikan
oleh pelaporan keuangan oleh organisasi nonbisnis.
- Penyedia sumber daya: peminjaman, pemasok, karyawan,
pembayar pajak, anggota dan kontributor,
- Elemen penyusun yang menggunakan dan memperoleh keuntungan
dari jasa-jasa yang diberikan oleh organisasi
- Badan-badan penyelenggara dan pengawas yang bertanggung
jawab untuk membuat kebijakan dan mengawasi serta menilai para manajer
dari organisasi non bisnis
- Manajer dan organisasi-organisasi nonbisnis
Untuk
memenuhi kebutuhan informasi dari pengguna-pengguna diats, FASB mengeluarkan
draft eksporsur yang memberikan tujuan-tujuan berikut:
-
Informasi yang bermanfaat dalam pengambilan
keputusan mengenai alokasi sumber daya
-
Informasi yang bermanfaat dalam menilai jasa dan
kemampuan untuk memberikan jasa
-
Informasi yang bermanfaat dalam menilai
kepengurusan dan kinerja manajemen
-
Informasi mengenai sumberdaya ekonomi,
kewajiban, sumber daya bersih, dan pembebanan-pembebanannya
-
Kinerja operasional
-
Likuiditas
-
Penjelasan dan intrepetasinya manajer
6.3.5 Konsep
– Konsep fundamental
Konsep-konsep fundamental
meliputi baik karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi maupun definisi
dari elemen-elemennlaporan keuangan.
- Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi
FASB mengeluarkan statemen of
financial accounting concepts no.2 yang memberikan kriteria untuk melakukan
pemilihan diantara:
1. Metode
akuntansi dan pelporan alternatif
2. Persyaratan
pengungkapan
Konsep mengenai pertimbangan
biaya-manfaat dan materialitas juga diakui, sebagai suatu batasan dan ambang
batas dari pengakuan. Setiap karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi
ini akan kita lihat lebih lanjut.
1. Relevansi
Kemampuan informasi untuk
mempengaruhi keputusan manajer dengan mengubah atau menginformasikan ekspektasi
mereka atas hasil atau konsekuensi dari tindakan atau peristiwa. Informasi
harus memiliki nilai prediktif dan nilai umpan balik dan sekaligus pada saat
yang sama harus disampaikan pada waktu yang tepat.
2. Keandalan
Kualitas yang memungkinakn pengguna
agar dengan yakin mengandalkan sebagai pencerminan dari apa yang dimaksud untuk
disajikan
3. Kualitas
sekunder
Komparabilitas dan konsistensi adalah
kualitas kedua yang diusulkan oleh statemen of financial accounting concept.
Komparabilitas dijabarkan sebagai penggunaan metode yang sama dalam suatu waktu
4. Pertimbangan
biaya-manfaat
5. materialitas
- Elemen-elemen dasar laporan keuangan dari perusahaan
bisnis
Statemen of financial accounting
concept no. 3 elemens of financial statements of business enterprise,
mendefinisikan sepuluh elemen yang saling berkaitan yang secara langsung
berhubungan dengan pengukuran kinerja dan status perusahaan. elemen-elemen
tesebut yaitu :
-
Aktiva
Kemungkinan manfaat ekonomi di masa
depan yang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai
akibat dari transaksi atau peristiwa di masa lalu.
-
Kewajiban
Kemungkinan pengorbanan manfaat
ekonomi di masa depan yang timbul dari uatang saat ini suatu entitas
mengalihkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain dimasa depan
sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa dimasa lalu
-
Ekuitas
Kepentingan residual dari aktiva dari
suatu entitas yang tersisa setelah mengurangi dengan kewajiban.
-
Investasi oleh pemilik
Peningkatan aktiva bersih dari
perusahaan yang diakibatkan dari pengalihan sesuatu yang bernilai kepada
perusahaan dari entitas lain untuk mendapatkan atau meningkatkan kepemilikan
(atau ekuitas) dari perusahaan.
-
Distribusi kepada pemilik
Penurunan aktiva bersih dari perusahaan
yang diakibatkan oleh pengalihan aktiva, pemberian jasa, atau timbulnya
kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada pemilik menurunkan
kepemiikan dalam perusahaan.
-
Laba komprehensif
Perubahan ekuitas perusahaan selama
periode tertentu yang diakibatkan dari transaksi dan peristiwa serta
kejadian-kejadian lain dari sumber nonpemilik. Laba komprehensif mencakup semua
perubahan yang ditimbulkan oleh investasi pemilik dan distribusi kepada
pemilik.
-
Pendapatan
Arus masuk atau peningkatan lain dari
aktiva sebuah entitas atau pelunasan kewajiban suatu entitas (atau kombinasi
dari keduanya) selama satu periode tertentu yang dihasilkan oleh penyampaian
atau produksi barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang
menjadi bagian dari operasi-operasi pusat utama entutas yang sedang berjalan.
-
Beban
Arus keluar tau pengunaan lain dari
aktiva sebuah entitas atau timbulnya kewajiban sebuah entitas selama satu
periode tertentu yang dihasilkan oleh penyampaian atau produksi barang,
pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang menjadi bagian dari
operasi-operasi pusat atau utama entitas yang sedang berjalan
-
Keuntungan
Penigkatan ekuitas yang berasal dari
transaksi entitas yang insidental atau sampingan dan dari semua transaksi dan
peristiwa serta kejadian lainnya yang mempengaruhi entitas selama periode
tertentu kecuali yang timbul dari pendapatan atau investasi pemilik
-
Kerugian
Penurunan ekuitas dari transaksi
entitas yang insidental atau sampingan dan dari semua transaksi dan peristiwa
serta kejadian lainnya yang mempengaruhi entitas selam periode tertentu kecuali
yang timbul dari beban atau diditribusi kepada pemilik.
Definisi-definisi
di atas memberikan metode penyaringan pertama yang signifikan dalam menentukan
isi dari laporan keuangan. Definisi ini menguraikan karakteristik penting yang
harus dipenuhi sebelum peristiwa dan kejadian dapat dianggap sebagai elemen
dari laporan keuangan. Ada tiga hal yang layak untuk dicatat:
- Konsep laba komprehensif adalah lebih inklusif daripada
konsep laba akuntansi tradisional.
- Definisi dari aktiva, kewajiban, dan ekuitas berhubungan
dengan jumlah sumber daya dan klaim atas sumber daya tersebut pada satu
titik waktu tertentu, di mana definisi dari pendapatan, beban, keutungan,
dan kerugian berhubungan dengan dampak dari transaksi, peristiwa, dan
kejadian selama satu periode.
- Nilai sari aktiva, kewajiban, dan ekuitas diasumsikan
akan berubah sebagai akibat dari pendapatan, beban, keuntungan, dan
kerugian, yang menyiratkan “artikulasi”.
6.3.6
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
Perbedaan antara penghasilan
dengan laba komprehensif. Pada dasarnya, laba komprehensif mengakui dengan dua
kelompok hal yang harus dikeluarkan dari penghasilan, yaitu efek dari beberapa
penyesuaian akuntansi tertentu di periode awal yang diakui pada periode awal
yang diakui pada periode berjalan, dan perubahan-perubahan lain di aktiva
bersih (terutama keuntungan dan kerugian tertentu dari penahanan) yang diakui
diperiode sekarang tetapi dikeluarkan dari penghasilan. Perubahan pada nilai pada
pasar investasi dalam industri yang memiliki praktik-praktik akuntansi khusus
untuk surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan, dan penyesuaian akibat
translasi mata uang asing.
Kreiteria
pengakuan meliputi:
- Definisi: hal tersebut memenuhi definisi dari sebuah
elemen laporan
- Dapat diukur: hal ini memiliki atribut yang relevan dan
dapat diukur dengan cukup andal
- Relevansi : informasi yang berkenaan mampu membeuat
perbedaan pada keputusan para penggunanya
- Keandalan: informasi tersebut representasional, tepat,
dapat diverifikasi dan netral
Dalam kaitannya dengan pengukuran,
laporan melihat lima atribut yang berbeda dari aktiva dan kewajiban yang
disajikan dalam memorandum diskusi, yaitu:
- Biaya historis
- Biaya penggatian saat ini
- Nilai pasar saat ini
- Nilai bersih yang dapat direalisasikan (penggatian)
- Nilai arus kas masa depan saat ini (atau diskonto)
6.4 LAPORAN-LAPORAN LAIN
6.4.1 Laporan perushaan
Seberapa
jauh laporan tersebut memenuhi sasaran yang dinyatakannya akan dibuktikan oleh
temuan-temuan utama dan rekomendasinya.
- Filosofi dasar dan titik awal dari the corporate report
adalah bahwa laporan keuangan hendaknya sesuai dengan ekspektasinya
penggunaannya oleh para pengguna potensial. Dengan kata lain, laporan
keuangan hendaknya mencoba untuk memenuhi kebutuhan informasi dari
penggunanya.
- Laporan tersebut memberikan tanggung jawab untuk
melakukan pelaporan kepada “entitas ekonomi” yang memiliki dampak pada
masyarakat melalui aktivitas-aktivitasnya.
- Laporan tersebut mendifinisakn para pengguna sebagai pihak
yang memiliki hak wajar atas informasi dimana kebutuhan akan informasi
tersebut hendaknya disadari oleh laporan-laporan perusahaan
- Untuk memenuhi tujuan fundamental dari laporan tahunan
yang ditetapkan oleh filosofi dasar, disebutkan tujuan karakteristik yang
diharapkan yakni, bahwa laporan perusahaan tersebut harus relevan, dapat
dimengerti, dapat diandalkan, lengkap, objektif, tepat waktu, dan dapat
diperbandingkan.
- Setelah mendokumentasikan keterbatasan praktik-praktik
pelaporan yang ada saat in, maka diusulkan perlunya laporan-laporan
tambahan berikut ini:
·
Laporan nilai tambah, yang menunjukkan bagaimana
keuntungan yang diperoleh dari usaha perusahaan dibagi diantara para
karyawannya, penyandang model, negara dan investasi kembali.
·
Laporan ketenagakerjaan, yang menunjukkan jumlah
dan komposisi dari tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan,
kontribusi pekerjaan dari pada karyawan dan manfaat-manfaat yang diterima.
·
Laporan pertukaran uang dengan pemerintah, yang
menunjukkan hubungan keuangan antara perusahaan dengan negara
·
Laporan transaksi dalam mata uang asing, yang
menunjukkan kemungkinan laba dimasa depan, tingkat penempatan kerja dan
investasi
·
Laporan tujuan perusahaan, yang menunjukkan
kebijakan manajemen dan sasaran-sasaran strategis jangka menengah
6.4.2
laporan stamp
Cica menerbitkan studi riset
pada bulan juni 1980 yang berjudul corporate reporting: its future evolution
yang ditulis oleh profesor edwar stamp dan selanjutnya akan kita rujuk sebagai
stamp report. Motivasi utama dibelakang studi ini adalah:
- Jika melihat perbedaan lingkungan sejarah, politik, dan
hukum antara amerika serikat dan kanada
- Kerangka tersebut memberiukan kanada penyesuaian bagi
masalah peningkatan mutu standar akuntansi keuangan perusahaan yang dimilikinya.
Masalah yang
dihadapi oleh penyusun standart
Laporan
stamp dimulai dengan sebuah pemeriksaan atas beberapa masalah yang harus
dihadapi oleh para penyusun standart:
ü
Bagaimana kenyataan ekonomi dapat diukur dengan
suatu cara yang jelas
ü
Apakah hakikat dari akuntansi mengingat
pertanyaan akan bagaimana cara terbaik dalam mengembangkan standart akuntansi
tergantung kepadanya
ü
Apakah konsep-konsep yang permanen dan universal
yang menjadi dasar dari pelaporan dan akuntansi keuangan
ü
Siapakah penggunanya, jenis keputusan macam
apakah yang mungkin mereka buat akibat membaca sebuah laporan tahunan dan jenis informasi apakah yang mereka cari
dalam laporan tersebut sebagai dasar keputusannya
ü
Kriteria pakaha yang dibutuhkan oleh penyusun
standar, pembuat dan pengguna laporan untuk menilai kualitas dari standar
akuntansi, untuk memilih diantara kemungkinan standar alternatif yang ada
mengenai subjek apapun dan untuk menilai kegunaan dari laporan akuntansi yang
telah diterbitkan
ü
Bagaimana biaya dan manfaat dapat diestimasi
dalam menentukan langkah apa yang harus diambil diarea penetapan standar
ü
Dapatkah standar mengatasi konflik kepentingan
diantara pembuat dan pengguna dan diantara pengguna-pengguna lain yang bebeda
dengan memiliki netralitas
Permasalahan
konseptual dalam penetapan standar
Sebagai
tambahan dari masalah yang baru saja kita uraikan, stamp juga menunjukkan
beberapa permaalahan konseptual yang rumit dan harus dihadapi oleh para akuntan
Tujuan
pelaporan keuangan
Salah satu
tujjjan dari penerbitan laporan keuangan perusahaan adalah untuk menyediakan
akuntansi melalui fungsi=fungsi pengurusan manajemen, dan juga keberhasilan
ataupun dalam mencapai sasaran untuk menghasilkan kinerja ekonomi perusahaan
yang memuaskan dan menjaganya dalam posisi keuangan yang sehat dan kuat.
Sigkatnya tujuan laporan keuangan adalah sebagai penyedia informasi yang
berguna bagi seluruh potensi peengguna dari informasi tersebut dalam kerangka
waktu yanag relevan terhadap berbagai macam kebutuhan.
PARA
PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN
- Pemegang saham
- Kreditor jangka panjang
- Kreditor jangka pendek
- Analisis dan penasehat yang melayani pihak-pihak diatas
- Para karyawan
- Para direktur noneksekutif
- Para pelanggan
- Pemasok
- Kelompok-kelompok industri
- Serikat pekerja
- Departemen dan kemetrian pemerintahan
- Publik
- Badan-badan regulatoris
- Perusahaan-perusahaan lain, baik domestik dan asing
- Para penyusun standar dan riset-riset akademis
KEBUTUHAN
PENGGUNA
KRITERIA
UNTUK MENILAI KUALITAS DARI STANDAR DAN AKUNTABILITAS DARI PERUSAHAAN
Langkah
berikutnya adalah mendefinisikan kriteria untuk penilaian yang merupakan alat
ukur dimana penyususn standar, sekaligus para pembuat dan pengunaan dari
laporan keuangan yang telah diterbitkan.
6.5
TAKSONOMI KARAKTERISTIK NORMATIF YANG HARUS DICERMINKAN OLEH
PERNYATAAN-PERNYATAAN AKUNTANSI
COLLIN, dkk
mengusulka suatu model ekonomi umum yang sangat baik mengenai karakteristik
normatif yang diinginkan dan terdiri atas tiga kategori
a) Karakteristik
formasional
Yang berhubungan dengan perkembangan
pernyataan dan dengan penilaian selanjutnya mengenai kegunaan yang diberikan.
b) Karakteristik
operasional
Yang berhubungan dengan
mengimplementasikan dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh
pernyataan
c) Karakteristik
informasional
Yang berhubungan dengan kemampuan
untuk mengahsilkan data yang berguna dalam pengambilan keputusan