BAB II
PEMBAHASAN
DALAM
TEORI AKUNTANSI
Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksikan dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai kumpulan gagasan (konsep), definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang ada dan bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.
Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksikan dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai kumpulan gagasan (konsep), definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang ada dan bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.
2.1 HAKIKAT STRUKTUR TEORI AKUNTANSI
Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, kerangka acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan tehnik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut :
Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, kerangka acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan tehnik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut :
1) Suatu pernyataan mengenai tujuan
dari laporan keuangan.
2) Suatu pernyataan dari dalil-dalil
dan konsep teoretis dari akuntansi yang terkait dengan asumsi-asumsi lingkungan
dan hakikat unit akuntansi. Dalil dan konsep teoretis ini diturunkan dari
pernyataan tujuan.
3) Suatu pernyataan mengenai
prinsip-prinsip akuntansi dasar berdasarkan dalil-dalil maupun konsep teoretis.
4) Sekelompok tehnik akuntansi yang
diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi.
2.2 HAKIKAT DARI DALIL, KONSEP TEORETIS, DAN PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
Pembahasan ini dimulai dengan definisi-definisi berikut ini:
1)
Dalil Akuntansi ( accounting
postulate )
Adalah pernyataan atau aksioma yang
sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuaiannya terhadap tujuan
laporan keuangan, yang menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, dan hukum di
mana akuntansi harus beroperasi.
2) Konsep
Teoretis ( theoretical concept )
Merupakan pernyataan atau aksioma
yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuaiannya terhadap tujuan
laporan keuangan, yang menggambarkan hakikat dari entitas akuntansi yang
beroperasi dalam suatu perekonomian bebas yang ditandai oleh kepemilikan
pribadi atas properti.
3) Prinsip-Prinsip
Akuntansi ( accounting principles )
Adalah
aturan pengembalian keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan maupun
konsep teoretis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.
4) Teknik
Akuntansi ( accounting technique)
adalah aturan-aturan khusus yang
diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi yang menerangkan transaksi-tramsaksi
dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.
2.3 DALIL-DALIL
AKUNTANSI
2.3.1 Dalil Entitas
Akuntansi mengatur hasil operasi dari suatu entitas, yang terpisah dan berbeda dari pemilik entitas. Postulate entitas menyatakan bahwa suatu unit perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dari pemiliknya dan perusahaan lain. Postulate merumuskan bidang perhatian akuntan dan membatasi objek, peristiwa, dan atribut peristiwa yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Selain itu, postulate juga memungkinkan akuntan membedakan antara transaiksi bisnis dan individu, yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah transaksi perusahaan bukan transaksi pemilik perusahaan. Dan tanggung jawab pelayanan manajemen berada pada pemegang saham.
Defini lain entitas akuntasi adalah dalam kerangka kepentingan ekonomi bagi berbgaai pemakai, dan bukan aktivitas ekonomi dan pengendalian administratif unit. Pendekatan ini lebih berorientasi pemakai dari pada orientasi perusahaan.
2.3.2 Dalil Kelangsungan Usaha
Akuntansi mengatur hasil operasi dari suatu entitas, yang terpisah dan berbeda dari pemilik entitas. Postulate entitas menyatakan bahwa suatu unit perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dari pemiliknya dan perusahaan lain. Postulate merumuskan bidang perhatian akuntan dan membatasi objek, peristiwa, dan atribut peristiwa yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Selain itu, postulate juga memungkinkan akuntan membedakan antara transaiksi bisnis dan individu, yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah transaksi perusahaan bukan transaksi pemilik perusahaan. Dan tanggung jawab pelayanan manajemen berada pada pemegang saham.
Defini lain entitas akuntasi adalah dalam kerangka kepentingan ekonomi bagi berbgaai pemakai, dan bukan aktivitas ekonomi dan pengendalian administratif unit. Pendekatan ini lebih berorientasi pemakai dari pada orientasi perusahaan.
2.3.2 Dalil Kelangsungan Usaha
Postulat kelangsungan usaha
menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi. Dalil ini berasumsi
bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi dalam masa yang akan datang
yang dapat diketahui dari sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi
untuk jangka waktu yang tidak tertentu.
2.3.3 Dalil Unit Pengukuran
Menyatakan bahwa akuntansu adalah
pengukuran dan proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur
dalam satuan moneter. Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat
transaksi perusahaan dengan cara yang seragam. Pengukur umum yang dipilih dalam
akuntansi adalah unit monete. Kebertukaran barang, jasa, dan modal diukur dalam
satuan uang.
2.3.4 Dalil Periode Akuntansi
Meskipun postulate kelangsungan usaha menyatakan bahwa setiap perusahaan akan tetap ada pada periode waktu yang tidak terbatas, namun adalakalanya pemakai meminta berbagai informasi tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk membuat keputusan jangka pendek. Dari hal tersebut maka postulate periode akuntansi menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik.
Meskipun postulate kelangsungan usaha menyatakan bahwa setiap perusahaan akan tetap ada pada periode waktu yang tidak terbatas, namun adalakalanya pemakai meminta berbagai informasi tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk membuat keputusan jangka pendek. Dari hal tersebut maka postulate periode akuntansi menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik.
2.4 KONSEP-KONSEP TEORETIS DARI AKUNTANSI
2.4.1 Teori Kepemilikan
Dalam teori ini, entitas sebagai agen, perwakilan atau susunan melalui wirausahawan individual atau pengoperasi pemegang saham. Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatatn akuntansi dan membuat laporan keuangan. Tujuan utama teori kepemilikan adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik, dengan persamaan akuntansi :
Aktiva – Kewajiban = Ekuitas Pemilik
2.4.2 Teori Entitas
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yangterpisah danberbeda dari pemilik modal. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab terhadap pemilik maupun kreditor. Menurut teori ini, persamaan akuntansinya adalah :
Aktiva = Ekuitas
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham
2.4.3 Teori Dana
Dalam teori ini, kelompok aset dankewajiban dan restriksi/pembatasan terkait disebut dana yang mengatur penggunaan aset. Jadi teori dana memandang unit terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya. Persamaan akuntansinya adalah:
Aktiva = Pembatasan Aktiva
Teori dana berorientasi aset dalam pengertian bahwa fokus utamanya adalah pada administrasi dan penggunaan aset secara memadai. Teori dana ini terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba. Teori dana juga relevan untuk organisasi laba yang menggunakan dana untuk aktivitas yang bermacam-macam seperti dana pelunasan, akuntansi untuk kebangkrutan, dan perkebunan dan perwalian, akuntansi cabang atau divisional, pemisahan aset dalam aset lancar atau tetap dan konsolidasi.
Berikut adalah delapan dana utama yang direkomendasikan bagi administrasi keuangan yang bagus dari suatu unit pemerintahan :
2.4.1 Teori Kepemilikan
Dalam teori ini, entitas sebagai agen, perwakilan atau susunan melalui wirausahawan individual atau pengoperasi pemegang saham. Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatatn akuntansi dan membuat laporan keuangan. Tujuan utama teori kepemilikan adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik, dengan persamaan akuntansi :
Aktiva – Kewajiban = Ekuitas Pemilik
2.4.2 Teori Entitas
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yangterpisah danberbeda dari pemilik modal. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab terhadap pemilik maupun kreditor. Menurut teori ini, persamaan akuntansinya adalah :
Aktiva = Ekuitas
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham
2.4.3 Teori Dana
Dalam teori ini, kelompok aset dankewajiban dan restriksi/pembatasan terkait disebut dana yang mengatur penggunaan aset. Jadi teori dana memandang unit terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya. Persamaan akuntansinya adalah:
Aktiva = Pembatasan Aktiva
Teori dana berorientasi aset dalam pengertian bahwa fokus utamanya adalah pada administrasi dan penggunaan aset secara memadai. Teori dana ini terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba. Teori dana juga relevan untuk organisasi laba yang menggunakan dana untuk aktivitas yang bermacam-macam seperti dana pelunasan, akuntansi untuk kebangkrutan, dan perkebunan dan perwalian, akuntansi cabang atau divisional, pemisahan aset dalam aset lancar atau tetap dan konsolidasi.
Berikut adalah delapan dana utama yang direkomendasikan bagi administrasi keuangan yang bagus dari suatu unit pemerintahan :
1. Dana Umum
2. Dana Pendapatan
3. Dana Pelunasan Utang
4. Dana Proyek Modal
5. Dana Perusahaan
6. Dana Perwalian dan Agensi
7. Dana Layanan Antar pemerintah
8. Dana Pungutan Khusus
2.5 PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
2.5.1 Prinsip Biaya
Menurut prinsip biaya, biaya perolehan / akuisisi atau biaya historis adalah dasar penilaian yang sesuai untuk mengakui akuisisi dari seluruh barang dan jasa, beban, biaya, dan ekuitas. Dengan kata lain, suatu transaksi dinilai pada harga pertukaran pada saat barang tersebut dibeli dan dicatat dalam laporan keuangan pada nilai setelah amortisasi.
Biaya menunjukkan harga pertukaran atau imbalan moneter yang diberikan untuk memperoleh barang atau jasa. Jika imbalan terdiri dari aset non-moneter, harga pertukaran adalah ekuivalen kas atas aset atau jasa yang diterima. Prinsip biaya dapat diterapkan dalam pengukuran utang dan modal.
Prinsip biaya dijustifikasi oleh dalil objektivitas dan dalil kelangsungan usaha. Biaya perolehan adalah objektif dimana informasi yang dihasilkan dapat diuji kebenarannya.
Dalil kelangsungan usaha mengasumsikan bahwa entitas akan meneruskan usahanya, aktivitasnya secara tak terbata, sehingga mengeliminasi perlunya menggunakan nilai sekarang atau nilai likuidasi untuk penilaian aset.
2.5.2 Prinsip Pendapatan
Prinsip Pendapatan menspesifikasi hal-hal berikut ini :
Menurut prinsip biaya, biaya perolehan / akuisisi atau biaya historis adalah dasar penilaian yang sesuai untuk mengakui akuisisi dari seluruh barang dan jasa, beban, biaya, dan ekuitas. Dengan kata lain, suatu transaksi dinilai pada harga pertukaran pada saat barang tersebut dibeli dan dicatat dalam laporan keuangan pada nilai setelah amortisasi.
Biaya menunjukkan harga pertukaran atau imbalan moneter yang diberikan untuk memperoleh barang atau jasa. Jika imbalan terdiri dari aset non-moneter, harga pertukaran adalah ekuivalen kas atas aset atau jasa yang diterima. Prinsip biaya dapat diterapkan dalam pengukuran utang dan modal.
Prinsip biaya dijustifikasi oleh dalil objektivitas dan dalil kelangsungan usaha. Biaya perolehan adalah objektif dimana informasi yang dihasilkan dapat diuji kebenarannya.
Dalil kelangsungan usaha mengasumsikan bahwa entitas akan meneruskan usahanya, aktivitasnya secara tak terbata, sehingga mengeliminasi perlunya menggunakan nilai sekarang atau nilai likuidasi untuk penilaian aset.
2.5.2 Prinsip Pendapatan
Prinsip Pendapatan menspesifikasi hal-hal berikut ini :
1) Hakikat dari komponen-komponen
pendapatan
2) Pengukuran pendapatan
3) Penentuan waktu dari pengakuan
pendapatan
Pendapatan
telah diinterpretasikan sebagai :
1. Arus masuk aktiva besih yang
dihasilkan dari penjualan barang atau jasa
2. Arus keluar barang atau jasa dari
perusahaan ke pelanggan
3. Produk perusahaan yang dihasilkan
dari penciptaan barang atau jasa oleh usaha selama periode waktu tertentu
Pandangan-pandangan mengenai komponen pendapatan :
- Pandangan
Luas (komprehensif)
Memasukkan semua penghasilan dari
aktivitas bisnis dan investasi
- Pandangan
Sempit
Memasukkan hasil dari aktivitas
penghasil pendapatan dan mengeluarkan laba investasi serta keuntungan dan
kerugian dari penjualan aktiva tetap. Pandangan ini mengharuskan pemisahan yang
jelas antara pendapatan dengan keuntungan dan kerugian.
Pengukuran pendapatan
Pendapatan diukur dalam hal ini
adalah produk atau jasa yang dipertukarkan dalam transaksi “wajar”. Nilai ini
mewakili ekuivalen kas bersih atau nilai sekarang terdiskonto atas uang yang
diterima dalam pertukaran dengan produk atau jasa yang ditransfer oleh
perusahaan pelanggannya.
Penentuan waktu dari pengakuan
pendapatan.
Pada umunya, diakui bahwa pendapatan
dan laba diperoleh sepanjang seluruh tahapan dari seluruh siklus operasi
(yaitu selam penerimaan pesanan, produksi, penjualan dan penagihan). Akuntan
menggunakan prinsip realisasi untuk memilih “kejadian penting” untuk penentuan
waktu pendapatan dan pengakuan laba.
Dasar Pengakuan Pendapatan,
antara lain:
Pendapatan diakui secara umum diakui selama produksi dalam
situasi berikut :
a) Pendapatan sewa, bunga, dan kondisi
yang diakui ketika diperoleh, dengan adanya perjanjian atau kontrak sebelumnya
yang menspesifikasikan peningkatan perlahan-lahan dalam klaim terhadap
pelanggan.
b) Seorang individu atau sekelompok
orang yang memberikan jasa profesional atau jasa serupa dapat menggunakan basis
akrual dengan lebih baik untuk pengakuan pendapatan, dengan adanya fakta bahwa
hakikat dari klaim terhadap pelanggan adalah suatu fingsi dari proposi jasa
yang diberikan.
c) Pendapatan atas kontrak jangka
panjang diakui berdasarkan kemajuan konstruksi atau “persentase
penyelesaian”. Persentase penyelesaian dihitung sebagai:
·
Estimasi teknik dari pekerjaan yang dilakukan sampai tanggal
tersebut dibandingkan dengan total pekerjaan yang akan diselesaikan dalam hal
kontrak.
·
Total biaya yang terjadi sampai tanggal tersebut
dibandingkan dengan total biaya yang diestimasikan untuk total proyek di dalam
kontrak tersebut.
d) Pendapatan atas kontrak biaya plus
pembiayaan tetap
e) Perubahan aktiva akibat pertumbuhan
menimbulkan pendapatan
Untuk pengakuan pendapatan dipicu oleh kejadian
penting dalam siklus operasi. Kejadian tersebut dapat berupa:
·
Waktu penjualan
·
Penyelesaian produk
·
Penerimaan pembayaran setelah penjualan
Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan karena:
·
Harga diri produk tersebut diketahui pasti
·
Pertukaran telah difinalisasi dengan pengantaran barang,
sehingga mengarah pada pengetahuan ynag objektif atas biaya yang terjadi
·
Dalam realisasi, penjualan merupakan kejadian penting
Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan ketika ada pasar yang
stabil dan harga yang stabil untuk komoditas standar.
Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan ketika penjualan akan
dibuat dan ketika penilaian yang cukup akurat tidak dapat diberikan kepada
produk yang akan ditransfer.
2.5.3 Prinsip
Pengaitan
Prinsip ini menganggap bahwa beban
sebaiknya diakui dalam periode yang sama dengan pendapatan terkait yaitu
pendapatan diakui dalam suatu periode tertentu menurut prinsip pendapatan, dan
beban terkait kemudian diakui. Asosiasi ini paling bak dilakukan ketika hal
tersebut mencerminkan hubungan sebab akibat antara biaya dan pendapatan.
Asosiasi antara pendapatan dengan
beban tergantung pada salah satu dari empat kriteria berikut ini :
- Pengaitan langsung dari biaya
yang habis masa berlakunya dengan suatu pendapatan (misalnya harga pokok
penjualan dilaitkan dengan penjualan tersebut)
- Pengaitan langsung dari biaya
yang telah habis masa berlakunya pada periode tersebut (misalnya gaji
pimpinan perusahaan untuk periode tersebut)
- Alokasi biaya sepanjang periode
yang memperoleh manfaat dari biaya tersebut (misalnya depresiasi)
- Membebankan semua biaya lainnya
dalam periode terjadinya, kecuali dapat ditunjukkan bahwa biaya-biaya
tersebut memiliki manfaat masa depan (misalnya beban iklan)
Biaya Produksi barang jadi untuk
dijual
Biaya ini pada umumnya meliputi
bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Proses 2 tahap
digunakan untuk mempertanggungjawabkan biaya-biaya ini.
- Penilaian Persediaan
- Penentuan Laba
Menetukan jumlah penilaian
persediaan
- Metode Perhitungan Biaya Penuh
Memperlakukan semua biaya produksi
sebagai biaya produk yang melekat ke produk tersebut, dibawa ke depan, dan
dilepaskan sebagai biaya periode berjalan pada saat penjualan.
- Metode Perhitungan Biaya
Langsung
Memperlakukan biaya produksi
variabel sebagai biaya produk dan seluruh biaya overhead manufaktur tetap
sebagai periode berjalan.
Pada umumnya, diakui bahwa
perhitungan biaya langsung adalah lebih relevan bagi pengambilan keputusan
internal.
Aktiva Operasi dapat didepresiasikan
Karena aktiva ini didepresiasikan,
diasumsikan akan memberikan manfaat ke lebih dari satu periode, aktiva tersebut
dikapitalisasikan pada biaya akuisisinya yang kemudian dialokasikan menggunakan
dasar logis selama umur manfaat aktiva tersebut. Proses ini disebut:
- Depresiasi, untuk aktiva berwujud
- Deplesi, untuk aktiva yangg diwakili
sumber daya alam
- Amortisasi, untuk aktiva tidak berwujud
Akuntansi Depresiasi didefinisikan
sebagai berikut :
Akuntansi depresiasi adalah sistem akuntansi yang
bertujuan unutk mendistribusikan biaya atau nilai dasar lainnya dari aktiva
modal berwujud. Depresiasi tahun berjalan adalah bagian dari total beban dalam
sistem semacam itu yang dialokasikan selam tahun tersebut. Metode depresiasi
dapat didasarkan pada ;
1. Waktu, seperti metode garis
lurus
2. Output seperti metode jam
jasa dan metode unit output.
3. Beban depresiasi yang
semakin menurun
4. Konsep investasi dan bunga,
seperti metode anuitas.
Aktiva operasi yang tidak
didepresiasikan
Ini merupakan kelompok ketiga dari
suatu aktiva dan biaya, disebut juga aktiva modal permanen, karena diasumsikan
bahwa aktiva tersebut tidak dikonsumsi selama operasi dari bisnis tersebut.
Biaya penjualan dan administrasi
Adalah seluruh biaya non
manufakturyang diperlukan untuk memelihara organisasi penjualan dan
administrasi dasar. Biaya tersebut diperlakuukan sebagai biaya pendidik, baik
dalam perhitungan biaya langsung atau penyerapan.
2.5.4 Prinsip
Objektivitas
Akuntan menggunakan prinsip
objektivitas untuk membenarkan pilihan prosedur pengukuran. Tetapi prinsip ini
memiliki interpretasi berbeda;
- Pengukuran objektif adalah
ukuran yang bersifat ‘’tidak memihak’’ dalam arti bebas dari bias pribadi
si pengukur.
- Pengukuran objektuf adalah
pengukuran variabel yang didasarkan pada bukti-bukti.
- Pengukuran objektif adalah
‘’kesepakatan diantara sekelompok pengamat atau pengukur tertentu’’
- Ukuran dari penyebaran
distribusi pengukuran dapat digunakan sebagi indicator dari tingkat
objektivitas pengukuran tersebut.
2.5.5 Prinsip
Konsistensi
Menganggap bahwa kejadian ekonomi
yang serupa sebaliknya dicatat dan dilaporkan dengan cara konsisten dari
periode ke periode. Konsisitensi adalah batasan pengguna untuk memfasilitasi
keputusan pengguna dengan memastikandapat diperbandingkannya laporan keuangan
darisuatu perusahaan sepanjang waktu, sehingga meningkatkan kegunaan laporan
keuangan. Prinsip ini tidak menghalangi suatu perusahaan untuk mengubah
prosedur akuntansinya ketika hal tersebut dibenarkan oleh situasi yang berubah,
atau jika prosedur alternative lebih baik. Sesuai dengan APB opinion No.20
perubahan yang membenarkan perubahan adalah;
- Prubahan dalam prinsip-prinsip
akuntansi
- Perubahan dalam estimasi
akuntansi
- Perubahan dalam entitas
pelaporan.
2.5.6 Prinsip Pengungkapan Penuh
Pengungkapan
penuh mengharuskan laporan keuangan dirancang dan disusun untuk menggambarkan
secara akurat kejadian-kejadian ekonomi yang telahmemegaruhi perusahaan selama
periode berjalan dan supaya mengandung informasi yang mencukupi gunamembuatnya
berguna dan menyesatkan bagi investor.
Skinner menarik perhatian pada
bebrapa masalah yang sebaiknya menjadi subjek dari pengungkapan penuh;
- Rincian dari kebijakan dan
metode akuntansi, terutama ketika penilaian dibutuhan dalam penerapan
metode akuntansi, ketika metode tersebut bersifat khusus bagi entitas
pelaporan tersebut, atau ketiak metode akuntansi alternative digunakan.
- Informasi tambahan untuk
membantu dalam analisis investasi atau untuk mengindikasikan hak dari
berbagai pihak yang memiliki klaim atas entitas pelaporan.
- Perubahan dari tahun sebelumnya
dalam kebijakan akuntansi atau meetode penerapannya dan dampak dari
perubahan semacam itu.
- Aktiva, keajiban, biaya, dan
pendpatan, yang dihasilkan dari transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki
kepentingan pengendalian dengan direktur atau pjabat yang memiliki huungan
istimewa dengan entitas tersbut.
- Aktiva, kewaiban, dan komitmen
kontijen.
- Transaksi keuangan atau
nonoperasi lainnya yang terjadi setelah tanggal neraca yang memiliki
dampak material terhadap possi keuangan entitas terebut.
2.5.7 Prinsip
Konservatisme
Adalah suatu prinsip pengecualian
atau modifikasi dalam hal bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan
terhadap penyajian data akuntansi yang relevan dan andal. Menganggap ketika
mimilih antara dua atau lebih teknik akuntansi yang berlaku umum, suatu
preferensi ditunjukkan untuk opsi yang memiliki dampak paling tidak
menguntungkan terhadap euitas pemegang saham. Prinsip ini mengharuskan akuntan
memiliki sikap pesimistis secara umumketika memilih teknik akuntansi untuk
pelaporan keuangan.
Sterling menyebut konservatisme
sebagai ‘’prinsip penilaian akuntansi yang paling kuno dan mungkin paling
bertahan’’. Konservatisme masih digunakan dalam beberapa situasi yang
memerlukan penilaian akuntan, seperti memilih umur estimasi manfaat dan nilai
sisa dari aktiva untuk akuntansi depresiasi dan konsekuensi aturan dari
penerapan kosep.
2.5.8 Prinsip
Materialitas
Adalah suatu prinsip pengecualian
atau modifikasi. Menganggap bahwa transaksi dan kejadian yang memiliki dampak
ekonomi yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan dapat ditangani secara
cepat, tanpa memdulikan apakah hal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum atau tidak. Secara umum otoritas akuntansi telah meninggalkan
penerapan materialitas kepada penilaian akuntan, dan pada saat yang sama
menekankan pentingnya hal tersebut. Prinsip materialitas kurang memiliki
definisi operasional. Kebanyakan menekankan padaperanan akuntan dalam
menginterpretasikan apa yang material dan apa yang tidak.
2.5.9 Prinsip
Keseragaman Dan Komparabilitas
Mengacu pada penggunaan prosedur
yang sama untuk transaksi yang berhubungan oleh perusahaan selam waktu
tertentu; prinsip keseragaman mengacu pada penggunaan prosedur yang smaoleh
perusahaan yang berbeda. Tujuan utama adalah mencapai komparabilitas lapoan
keuangan dengan mengurangi keragaman yang diciptakan oleh penggunaan prosedur
akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda. Dukungan utama untuk
keseragaman adalah klaim bahwa hal itu akan ;
- Mengurangi mengurangi keragaman
penggunaan prosedur akuntansi dan ketidakcukupan praktik akuntansi
- Memungkinkan perbandingan yang
berarti atas lapran keuangan dari perusahaan yang berbeda.
- Memperbaiki kepercayaan dalam
laporan keuangan.
- Mengarah pada intervensi dan
speraturan pemerintah mengenai praktik akuntansi.
2.5.10 Ketetapan
waktu dari laba dan konservatisme akuntansi
Ketetapan
waktu dari laba akuntansi telah di definisikan sebagai sejauh mana laba
akuntansi priode sekarang memasukkan laba ekonomi priode sekarang. Sementara
laba ekonomi dan laba akuntansi yang di jumlahkan selama umur dari perusahaan
identik, keduanya berbeda dalam jangka pendek.
2.6
KEBENARAN DALAM AKUNTANSI
Keprihatinana
menurut K.Macneal pada tahun 1939 : selama lebih dari empat ratus tahun sejak
publikkasi buku pacioli mengenai pembukuan dengan ayat jurnal berpasangan pada
tahun1945, metode akuntansi, serta laporan akuntansi telah di dasarkan pada
kemudahan dan bukannya pada kebenaran.
2.6.1
Pemikiran Mengenai Kebenaran dalam Filosofi
Ada
beberapa teori tentang kebenaran antara lain :
1) Hal tersebut dapat berupa kebenaran
sebagai kesesuaian ketika proposissi tersebut adalah benar jika sesuai dengan
fakta.
2) Hal tersebut dapat berupa kebenaran
sebagai koherensi ketika proporsi tersebut adalah benar karena koheren dengan
proporsi lain. Proporsi tersebut harus saling mendukung satu sama lain.
3) Hal tersebut dapat berupa kebenaran
sebagai apa yang berlaku mengimplikasikan bahwa proporsi yang benar adalah apa
yang berlaku.
2.6.2
Kemungkinan Akan Kebenaran dalam Akuntansi
Dalam hal
ini meliputi:
a) kebenaran sebagai netralisasi
b) kebenaran sebagai objektivitas
c) kebenaran, objektifitas, dan
keandalan
d) kebenaran, objektifitas dan
kekerasan
e) kebenaran dan peran akuntansi
f) mustahilnya kebenaran dalam
akuntansi
KESIMPULAN
Aturan
–aturan akuntansi yang ada saat ini didasarkan pada pondasi teori akuntansi,
fondasi ini terdiri atas elemen-elemen yang bersifat hierarki yang berfungsi
sebagai kerangka referensi atau struktur teoretis. Dalam bab ini kita telah
memendang formulasi dari struktur teoritis semacam itu sebgai proses deduktif
dan interaktif, yang terdiri dari atas formulasi yang suksetif atas tujuan,
dalil, konsep, prinsip dan teknik akuntansi.